Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pemanfaatan tinja menjadi bioplastik oleh para peneliti Institut Teknologi Kerajaan Swedia (KTH). Foto: Hedda Thomson Ek / SVT
Pemanfaatan tinja menjadi bioplastik oleh para peneliti Institut Teknologi Kerajaan Swedia (KTH). Foto: Hedda Thomson Ek / SVT

Peneliti Swedia Kembangkan Inovasi Mengubah Kotoran Menjadi Bioplastik Ramah Lingkungan

Berita Baru, Stockholm – Sebagian besar masyarakat menganggap tinja atau kotoran yang dibuang ke toilet adalah sesuatu yang buruk, bau atau sekedar sampah menjijikan.

Namun tidak bagi para peniliti di Institut Teknologi Kerajaan Swedia (KTH), mereka melihat tinja sebagai sesuatu yang dapat bermanfaat menjadi bioplastik yang jauh lebih tidak berbahaya bagi lingkungan dan terurai dalam beberapa bulan saat dibuang.

Mereka menemukan inovasi cerdas untuk mengelola tinja. Bakteri yang ditemukan dalam air limbah menyimpan energi dalam bentuk bahan kimia yang dapat diekstraksi untuk produksi bioplastik yang lebih efisien.

“Kebanyakan orang menganggap air limbah sebagai sesuatu yang bau dan buruk, tetapi kami menggunakannya untuk membuat bahan yang dapat digunakan,” kata peneliti tinja dari KTH, Kasra Khatami Mashhadi kepada penyiar nasional SVT.

Air tinja selanjutnya dimurnikan, dan ‘lumpur’ yang tersisa dapat digunakan untuk membuat produk baru. Selain itu, bakteri dalam terak memiliki sifat unik yang dapat dimanfaatkan.

“Kita bisa memanfaatkan air limbah dari rumah tangga dan industri untuk memproduksi bioplastik dengan bantuan teman baik kita yaitu bakteri”, jelas Kasra Khatami Mashhadi sambil menyarankan agar produksi lebih efisien.

Plastik digunakan dalam variasi yang tidak ada habisnya, dan sifat-sifatnya dapat disesuaikan dengan produk tertentu.

Namun, hampir semua plastik terbuat dari minyak, dimana minyak merupakan sumber daya yang terbatas.

Apalagi bila dibuang dan berakhir di alam, butuh waktu lama untuk terurai dan mikroplastik yang terbentuk bisa berbahaya bagi lingkungan.

Sebaliknya, bioplastik yang terbuat dari bahan organik yang dibuat dari produk sisa seperti air limbah atau sisa makanan kurang berbahaya bagi alam.

“Dibutuhkan lebih dari 300 tahun untuk plastik biasa terurai. Tapi bioplastik terurai di lingkungan dalam dua bulan dan tidak membahayakan lingkungan”, jelas Kasra Khatami Mashhadi.

Menurutnya, dengan menggunakan produk ‘lumpur’ tinja, sumber daya tambahan dapat dihemat dan bioplastik dapat digunakan untuk memproduksi segala sesuatu mulai dari kemasan hingga bahan medis.

“Daripada membuang ‘lumpur’, kami mendaur ulang dan mencoba untuk mendapatkan sebanyak mungkin dari itu. Bahannya murah dan tersedia dalam jumlah besar di seluruh dunia”, tutupnya.

Sejauh ini, hanya produksi skala kecil yang tersedia, tetapi Kasra Khatami Mashhadi percaya bahwa manufaktur pada akhirnya akan ditingkatkan.