Penebusan Ety, Teguran Buat Negara

Penebusan Ety
Wahyu Susilo (kanan), Direktur Eksekutif Migrant Care.

Beritabaru.co, Jakarta.– Pembebasan Ety Binti Toyib yang dilakukan NU Care-LAZISNU mendapat sorotan dari Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo. Melalui pesan whatApp, dia menyatakan penebusan Ety yang dilakukan oleh swasta adalah bentuk kelambatan diplomasi negara.

“Penebusan itu merupakan teguran bagi pemerintah. Ini soal kualitas dan komitment diplomasi perlindungan dikombinasi dengan langkah pembelaan hukum yang gigih dari negara,” ujar pria yang akrab disapa Wahyu, Jum’at (12/07/2019.

Kasus yang menimpa Ety harusnya bisa mendapat penanganan sejak dini. Wahyu menilai dalam penanganan kasus buruh, utamanya di luar negeri, pemerintah kerab kali lalai.

“Kasus Ety ini kan sudah lama, sejak 2010. Dan ini (penyelematan buruh di luar negeri) bukan soal lemahnya regulasi, tapi balik lagi pada komitmen diplomat dan diplomasi”, imbuhnya,” tegasnya.

Sebelumnya, NU Care- LAZISNU melalui program NU Peduli TKI, selama tujuh bulan menghimpun dana untuk membantu pembebasan Eti, seorang TKI di Arab Saudi yang divonis hukuman mati pada 2010, dengan tebusan (diyat) senilai 4 juta riyal Saudi atau setara dengan Rp 15,2 miliar.

Berita Terkait :  Bicara Inovasi, Airlangga Bidik Kampus Top Dunia

Sementara NU Care- LAZISNU melalui program tersebut mampu mengumpulkan dana sebesar Rp12.454.900.000. Dana tersebut kemudian ditipkan kepada Dura Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, pada 1 Juli 2019.

Diketahui, Eti Binti Toyyib Anwar merupakan TKI asal Majalengka yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Eti dituduh menjadi penyebab majikan sakit dan meninggal dunia. Keluarga majikan menuntut hukuman mati (qishas) diberikan kepada Eti. [Aziz]

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan