Pendataan SDGs Rampung, 12 Desa di Gresik Berpredikat Desa Utama

-

Berita Baru, Gresik – Kelompok kerja (Pokja) relawan pendataan desa berbasis SDGs (Sustainable Development Goals Desa) di 12 desa di Kabupaten Gresik telah merampungkan pendataan sebelum 1 Juni 2021. Berakhirnya tugas pendataan tersebut ditandai dengan pengesahan dalam Musdessus (Musyawarah Desa Khusus), untuk kemudian dibuatkan berita acara yang ditandatangani oleh pihak-pihak terkait.

Pendamping Desa (PDP) Kecamatan Kebomas, Dedi Irawan mengatakan, keberhasilan perampungan pendataan SDGs sebelum masa tenggang yang telah ditentukan tidak lain adalah buah dari semangat dari berbagai unsur, komitmen, serta kesabaran dan kolektifitas kerja tim. Sehingga 12 desa berhasil merampungkan pendataan SDGs mengungguli 330 desa lainnya di Kabupaten Gresik.

“Kuncinya adalah sabar dan kolektifitas kerja tim dengan didukung berbagai unsur terutama RT RW karena data yang diinput banyak, Server juga sering maintenen karena big data yang masuk 1,3 juta perdetik,” katanya.

Berita Terkait :  Produk Lokal UMKM Gresik Didorong Masuk Pasar Internasional

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, desa-desa yang telah rampung pendataan SDGs bisa memulai perencanaan pembangunan yang terfokus berdasarkan apa yang dibutuhkan bukan berdasarkan apa yang diinginkan.

“Dengan data yang dimiliki dari hasil pendataan Pemutakhiran Data IDM Berbasis SDGs Desa, Desa bisa mulai merencanakan pembangun terfokus berdasarkan apa yang dibutuhkan bukan berdasarkan apa yang diinginkan,” tuturnya.

Berita Terkait :  Hoax Info Kasdim Meninggal Usai Vaksinasi Sinovac, Kodim 0817 Gresik Beri Klarifikasi

Dedi menambahkan, dari seluruh desa di Kecamatan Kebomas yang menjadi dampingannya, total ada 3 desa yang telah merampungkan pendataan SDGs. Selama proses pendataan SDGs, Dedi mengaku berjalan lancar dengan dukungan dari pemerintah maupun elemen desa, sehingga para Pokja di 3 desa itu berhasil merampungkan pendataan dengan cepat.

“Saya memberi apreasiai kepada Pemerintah Desa dan seluruh elemen di Desa yang mendukung pelaksanaan Pemutakhiran Data IDM Berbasis SDGs Desa sehingga bisa berjalan dengan lancar, seraya memohon maaf jika tidak bisa mendampingi penuh waktu karena harus mendampingi 11 desa yang lain di Kecamatan Kebomas,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Jelang Pendaftaran ke KPU, Pasangan QA Siapkan Kelengkapan Berkas Persyaratan

Sementara itu, Tenaga Ahli (TA) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Gresik, Deyis mengapresiasi kinerja Pokja yang telah merampungkan pendataan SDGs. Menurutnya, data tersebut nantinya akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan maupun pemberdayaan masyarakat.

Berita Terkait :  PII Galang Donasi untuk Cegah Dampak Covid-19 di Aceh

“Ada 12 desa yang sudah selesai pendataan, datanya juga riil sesuai lapangan karena seluruh tahapan dilakukan dengan benar,” terangnya.

12 Desa yang telah rampung pendataan, lanjut dia, selanjutnya diberikan predikat sebagai Desa Utama oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Sementara desa-desa yang rampung sebelum bulan depan atau 1 Juli 2021 akan mendapat predikat sebagai Desa Madya. Kemudian predikat Desa Pratama bagi desa-desa yang menyelesaikan pendataan SDGs sebelum 1 Agustus 2021.

Berita Terkait :  Rapat Paripurna DPRD Gresik, Empat Ranperda Diusulkan

“Selanjutnya kita mentargetkan desa-desa yang lain se-Kabupaten Gresik rampung pada 20 Juni, untuk itu kita sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak. Semoga di bulan Juni 330 desa di Gresik bisa seluruhnya merampungkan pendataan SDGs,” harapnya.

Sekadar diketahui, dari 12 Desa se-Kabupaten Gresik yang telah rampung pendataan SDGs meliputi, 3 Desa di Kecamatan Kebomas, 3 Desa di Kecamatan Sidayu, 1 Desa di Kecamatan Manyar, dan 5 Desa di Kecamatan Menganti.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments