Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pendaftar Pertama, Rusia Mengaku Telah Mengembangkan Vaksinnya Selama 6 Tahun
Foto: (AP/Alexander Zemlianichenko Jr)

Pendaftar Pertama, Rusia Mengaku Telah Mengembangkan Vaksinnya Selama 6 Tahun

Berita Baru, Internasional – Rusia telah secara resmi menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin Covid-19  yang diberi nama Sputnik V pada Selasa (11/8). Dalam pernyataannya, Rusia juga mengklaim bahwa vaksin Sputnik V siap untuk digunakan sebelum akhir tahun nanti.

Meskipun diragukan khasiatnya, seperti dilansir dari CNBC, Rusia mengklaim sudah mengembangkan vaksin Covid-19 selama enam tahun terakhir. Hal ini ditegaskan oleh kepala dana kekayaan kedaulatan negara itu.

Rusia mengaku beberapa tahun terakhir memang fokus mengembangkan vaksin untuk Ebola dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS). Vaksin-vaksin untuk dua wabah tersebut membantu mereka mengembangkan vaksin Covid-19.

“Kami hanya beruntung bahwa virus corona sangat dekat dengan MERS, jadi kami memiliki cukup banyak vaksin siap pakai tentang MERS. Sudah dipelajari selama dua tahun. Lalu sedikit dimodifikasi menjadi vaksin virus corona,” kata Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev, dilansir dari CNBC Internasional.

“Ini adalah kisah nyata, tidak ada politik … Rusia selalu menjadi yang terdepan dalam penelitian vaksin.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak ada vaksin atau pengobatan untuk MERS yang tersedia saat ini Tetapi memang ada beberapa yang sedang dikembangkan. Desember 2019 adalah pertama kalinya Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS menyetujui vaksin melawan Ebola.

RDIF mengatakan pada Selasa bahwa sudah dilakukan produksi skala penuh dari vaksin Sputnik V untuk pasar luar negeri, dan diharapkan tersedia mulai September nanti. Rusia juga mengklaim telah menerima permintaan dari 20 negara untuk memproduksi 1 miliar dosis vaksin virus corona buatannya.

Rusia, bersama dengan mitra asing, “sudah siap untuk memproduksi lebih dari 500 juta dosis vaksin per tahun di lima negara, dan rencananya adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi lebih tinggi lagi,” katanya, menambahkan bahwa vaksin tersebut dapat tersedia pada November mendatang.

Vaksin Sputnik V ini dikembangkan oleh Gamaleya Federal Research Institute of Epidemiology and Microbiology dan Russian Direct Investment Fund. Sebagaimana dilaporkan Reuters, nama Sputnik V mengacu pada satelit Soviet tahun 1950-an, atau satelit pertama di dunia. Nama ini juga menjadi pertanda jika Rusia berhasil menjadi negara pertama yang melaporkan pembuatan vaksin.

Meskipun muncul rasa skeptis atas keefektifan vaksin buatan Rusia, Putin mengatakan kepada para pejabat pada pertemuan yang disiarkan televisi bahwa vaksin “membentuk kekebalan yang kuat” dan bahwa vaksin tersebut telah diberikan kepada putrinya yang sudah dewasa.

Kementerian kesehatan Rusia mengatakan vaksin tersebut muncul setelah hanya dua bulan uji coba. Meskipun uji klinis belum selesai, pengujian tahap akhir yang melibatkan lebih dari 2.000 orang baru dimulai kemarin.

Jika pengujian tahap akhir berhasil, Rusia berencana untuk mulai memberikan dosis kepada pekerja garis depan pada akhir Agustus nanti.