Berita

 Network

 Partner

Pemuda Jatiurip Dorong Literasi Desa Melalui Sanggar Belajar

Pemuda Jatiurip Dorong Literasi Desa Melalui Sanggar Belajar

Berita Baru, Probolinggo – Pemuda Desa Jatiurip, Kec. Krejengan, Kab. Probolinggo lakukan edukasi alternatif dunia literasi. Kegiatan tersebut merupakan program Karang Taruna Desa Jatiurip untuk menginisiasi pentingnya dunia literasi kepada pelajar di wilayahnya.

“Di mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikan (sekolah), dan dengan pemahaman terhadap dunia literasi yang merata di seluruh lapisan masyarakat,” kata Dewi Masfufah selaku pembina Sanggar Belajar Karang Taruna Sejati, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/06).

Dewi mengatakan, melalui program alternatif dunia literasi ini, dirinya bersama penggerak karang taruna Sejati bisa turut berpartisipasi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Jatiurip mengenai pentingnya dunia literasi.

Dewi juga mengungkapkan bahwa kegiatan sanggar belajar ini salah satu program kerja unggulan Karang Taruna sejati. “Kegiatan sanggar belajar ini merupakan program kerja unggulan kami. Dan memang kami lakukan satu kali dalam sepekan untuk mengisi kekosongan adik-adik selama libur sekolah serta memberi pehaman akan literasi,” jelasnya.

Menurut Dewi, Sanggar Belajar Jatiurip mempunyai berbagai aktifitas, diantaranya membaca, menulis, menggambar dan belajar bersama tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Berita Terkait :  Bang Muda Terbitkan Perbup Gerakan Literasi
Pemuda Jatiurip Dorong Literasi Desa Melalui Sanggar Belajar
Proses belajar bersama Sanggar Belajar, Karang Taruna Sejati Desa Jatiurip, Kec. Krejengan, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: Zaky)

“Sanggar belajar ini salah satu wadah siswa dan siswi di bidang dunia pendidikan non formal. Hal ini merupakan bagian dari gerakan literasi pendidikan untuk memberikan persepsi tentang dunia pendidikan dan mitigasi resiko di masyarakat,” ungkap Dewi.

Lebih lanjut, Dewi mengungkapkan bahwa sanggar belajar yang dibina terbuka untuk umum. “Siapa saja boleh ikut serta dalam kegiatan ini. Khususnya pelajar yang ada di Desa Jatiurip,” tegasnya.

Pembelajaran alternatif yang dilakukan di tengah pandemi, menurutnya, adalah salah satu metode pemuda Jatiurip agar kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak tetap berjalan dengan baik.

Ulil, salah satu mentor kegiatan mengatakan, meskipun saat ini tidak semua pemuda Jatiurip dapat terlibat, ia berharap ke depan turut berpartisipasi. “Dengan langkah ini mungkin berawal kami (pemuda desa) bisa memajukan desa, kalo bukan berawal dari pemuda, siapa lagi,” tegasnya.