Pemuda Desa Massalima Tunggu Ketegasan Polisi atas Laporan Dugaan Penimbunan BBM di Masalembu

    Foto: Istimewa

    Berita Baru, Sumenep — Pemuda Desa Massalima Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mencurigai adanya penimbunan BBM yang dilakukan oleh sub-agent atau mitra dari Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS).

    “Jadi di Masalembu, di sini sistem penyaluran atau pendistribusian BBM yang melalui APMS (Agen Premium Minyak dan Solar) yang menjadi distributor terhadap masyarakat. Artinya menjual langsung terhadap masyarakat. Tetapi persoalannya di Masalembu itu APMS menggunakan sistem sub-agent, atau dengan istilah lain yaitu mitra. Artinya dari APMS disalurkan terhadap mitra itu tadi dengan sekian ribu liter,” kata Muhammad Amin, perwakilaln pemuda Massalima,(27/6).

    Amin mengatakan bahwa sistem sub-agent atau mitra itulah yang menjadikan harga BBM di Masalembu tidak stabil.

    “Karena yang menentukan harga adalah sub-agent. Ini faktanya di Masalembu. Jadi bukan APMS. Kalau APMS ini kan tetap harus menjual dengan harga nasional yang diatur oleh ketentuan pemerintah,” ungkapnya.

    Terkait persoalan tersebut, lanjut Amin, pemuda Desa Massalima sudah mengambil langkah hukum dengan melapor ke pihak kepolisian. Namun menurutnya, sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak kepolisian.

    Berita Terkait :  Harga Minyak Dunia Anjlok, Ratna Juwita Nilai Harga BBM di Indonesia Harus Diturunkan

    Tidak hanya itu, Amin juga mengungkapkan pemuda Massalima sudah pernah melakukan audiensi dan klarifikasi langsung kepada pemilik APMS mengenai sistem pendistribusian BBM yang belakangan banyak merugikan masyarakat.

    “Hanya saja mereka tidak begitu serius menanggapi klarifikasi kami yang mewakili atas nama masyarakat,” ucap Amin.

    Pemuda Massalima tidak hanya melaporkan dugaan penimbunan BBM oleh sub-agent atau mitra dari Agen Premium, Minyak, dan Solar (APMS), tetapi juga melaporkan adanya dugaan oplosan bahan bakar di Masalembu kepada kepolisian.

    “Belum lagi masyarakat ketika harus menghadapi campuran antara bensin dengan solar. Otomatis di Masalembu, sepeda motor masyarakat yang digunakan ini menggunakan bahan bakar jenis premium atau bensin, hanya saja, sekarang banyak atau bahkan hampir seluruh masyarakat Masalembu motornya rusak akibat menggunakan bensin yang dicampur oleh solar,” tuturnya.

    Amin sangat menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut karena merugikan masyarakat Masalembu.

    “Entah karena ada faktor kesengajaan dari sub-agen ataupun APMS yang menjadi penjual BBM. Entah seperti apa. Cuma yang jelas masyarakat banyak mengalami kerusakan motornya akibat tercampurnya atau bercampurnya BBM jenis premium itu dengan solar,”  ujar Amin.

    Berita Terkait :  Tekan Impor BBM, Pemerintah Siapkan Beberapa Strategi

    Menurut Amin, sampai saat ini pemuda Desa Massalima menunggu ketegasan pihak kepolisian dalam menyikapi laporannya dan juga klarifikasi dari pihak APMS terkait sistem sub-agent.

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan