Pemprov Papua Khawatir Label Teroris Munculkan Stigma Negatif Bagi Warganya

-

Berita Baru, Papua – Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rivai Darus berharap pemerintah pusat kembali meninjau penetapan status teroris.

Menurut Pemerintah Provinsi ini, dilansir dari era.id, terorisme merupakan konsep yang bisa menuai pro kontra dalam lingkup hukum dan politik.

“Pemerintah Provinsi Papua meminta kepada pemerintah pusat dan DPR RI agar melakukan pengkajian kembali menyoal penyematan label terhadap KKB sebagai teroris,” ujar Rivai dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4).

Rivai menyarankan, kajian mengenai terorisme harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan dampak sosial, ekonomi dan hukum terhadap warga Papua secara keseluruhan.

Pemprov Papua, menurutnya, khawatir pelabelan teroris bisa memunculkan stigma negatif terhadap orang Papua yang ada di daerah-daerah perantauan.

“Kami berpendapat bahwa pemberian label teroris kepada KKB akan memiliki dampak psikososial bagi warga Papua yang berada di perantauan,” terang Lukas.

Rivai menyatakan bahwa rakyat Papua akan terus setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Pemprov hanya meminta agar ada pendekatan yang lebih humanis ketimbang pendekatan dengan senjata,” pungkasnya. (MKR)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments