Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pemerintah Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3 Persen pada 2023
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3 Persen pada 2023



Berita Baru, Jakarta – Kementerian Koordinator Perekonomian RI menyampaikan bahwa pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 mampu mencapai 5,3 persen.

Hal tersebut dikarenakan adanya topangan fundamental ekonomi domestik yang kuat seperti peningkatan dari sisi konsumsi, investasi dan juga ekspor.

“Maka target pertumbuhan ekonomi Indonesia optimis akan tumbuh 5,3 persen year-on-year dan terus meningkat di 2024 sebesar 5,4 persen year-on-year,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (28/3). 

Menurut Rudy untuk mampu mencapai target tersebut, pemerintah telah menyiapkan tiga skema mulai dari skema jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Ia menjelaskan, untuk skema jangka pendek pemerintah akan mendorong penggunaan produk dalam negeri, pemberdayaan dan perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai motor pengembangan UMKM.

“Juga pengendalian inflasi demi menjaga daya beli masyarakat, serta upaya untuk memperkuat pasar domestik,” katanya.

Lalu untuk skema jangka menengah, pemerintah akan memperkuat sektor pariwisata, membangun hilirisasi industri sumber daya alam, dan melakukan diversifikasi pasar ekspor.

“Pemerintah terus mendorong penguatan pada sektor pariwisata melalui program pengembangan kawasan ekonomi khusus pariwisata, lalu membangun hilirisasi industri berbasis SDA (Sumber Daya Alam), dan melakukan diversifikasi pasar ekspor, serta peningkatan kerjasama bilateral maupun multilateral,” terang Rudy.

Sementara untuk skema jangka panjang, pemerintah akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru dengan meningkatkan kemudahan dan kepastian dalam membangun usaha, meningkatkan investasi, perlindungan serta pemberdayaan pelaku UMKM melalui penetapan Undang-Undang Cipta Kerja.

Rudy menyebut, saat ini perekonomian Indonesia dinilai telah mampu menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian perekonomian global.

“Dibuktikan sepanjang tahun 2022, Indonesia mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,31 persen kumulatif, dan angka tersebut mampu melampaui target yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 5,2 persen,” tegas Rudy.