Pemerintah Irak Berlakukan Jam Malam, Usai Bentrokan di Baghdad

-

Berita Baru, Internasional – Jam malam diberlakukan di ibukota Irak, Baghdad, setelah bentrokan hari kedua antara pemrotes anti-pemerintah dan pasukan keamanan. Dilansir dari BBC, Kamis (3/10).

Pembatasan akan tetap berlaku sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut. Jam malam sudah diberlakukan di tiga kota lain karena adanyanya protes besar yang menuntut kurangnya lapangan pekerjaan, layanan yang buruk dan korupsi yang semakin meningkat di kota tersebut.

Dalam aksi protes, terjadi kekerasan yang  menewaskan sedikitnya tujuh orang dan ratusan lainnya terluka. Tidak hanya itu, platform media sosial dan akses internet telah diblokir di beberapa daerah.

Protes skala nasional yang tampaknya tidak memiliki kepemimpinan yang terorganisir itu merupakan yang terbesar sejak Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi menjabat setahun yang lalu.

Berita Terkait :  34 Nyawa Melayang dalam Bentrokan UU Kewarganegaraan India

Dalam sebuah pernyataan, Mr Abdul Mahdi mengatakan semua kendaraan dan individu dilarang untuk keluar rumah di Baghdad mulai pukul 05:00 (02:00 GMT) pada hari Kamis.

Berita Terkait :  Hari Perempuan Internasional: Pengunjuk Rasa di Meksiko Bentrok dengan Polisi

Wisatawan yang datang dari bandara kota, ambulans, pegawai pemerintah di rumah sakit, listrik, departemen air, dan peziarah agama dibatasi dari jam malam. Pembatasan telah diberlakukan di kota-kota selatan Nasiriya, Amara dan Hilla.

Keterangan media menyebut para pengunjuk rasa dan pasukan keamanan berhadapan di Najaf

PBB telah meminta pihak berwenang untuk menahan diri. “Setiap individu memiliki hak untuk berbicara secara bebas, sesuai dengan hukum,” kata perwakilan khusus PBB Jeanine Hennis-Plasschaert.

Di ibukota, polisi menembakkan gas air mata sebagai upaya untuk membubarkan para demonstrasi di beberapa distrik.

Berita Terkait :  Rusia dan China Bekerjasama Membangun Pangkalan di Bulan

Berbagai layanan media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram dan aplikasi sosial dan olahpesan lainnya diblokir oleh beberapa penyedia internet mulai pukul 15:30 (12:30 GMT) pada hari Rabu, demikian laporan situs Netblocks.

Berita Terkait :  Wow, Berlian 101 Karat Terbesar Ini Akan Dilelang di Jenewa

“Kami menuntut perubahan, kami ingin kejatuhan seluruh pemerintah,” kata seorang pengunjuk rasa di Baghdad kepada Reuters.

Sumber : BBC
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Matikan Kamera saat Rapat Daring dapat Menyelamatkan Lingkungan

TERBARU

Facebook Comments