Pembangunan Jembatan Teluk Kendari 92 Persen Selesai

    (Foto: Info Publik)

    Berita Baru, Kendari — Progres pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 Km hingga 15 Mei 2020 sudah mencapai 92 persen. Jembatan tesebut menghubungkan antara kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Yohanis Tulak Todingrara sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari (Sultra) Kementerian PUPR mengatakan, proses pembangunan dilakukan dengan memperhatikan protokol Kesehatan COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, memakkai masker dan menghindari kerumunan.

    “Lokasi proyek juga dilengkapi bilik klinik yang bekerja sama dengan Rumah Sakit terdekat untuk pemeriksaan kesehatan rutin 2 kali sehari pada pagi dan sore hari,” kata Tulak dalam siaran pers, Minggu (17/5).

    Tujuan utama pembangunan Jembatan Teluk Kendari untuk menyokong pengembangan wilayah Kota Kendari bagian Selatan dengan daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko. Dalam tatakelola pembangunan Pemprov Sultra, kota tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan industri, Pelabuhan Kendari New Port, dan kawasan permukiman baru.

    Seluas 66 hektar kawasan pelabuhan baru Pulau Bungkutoko juga sudah dicanangkan oleh pemerintah menjadi bagian pengembangan Kota Kendari. Kawasan pelabuhan tersebut merupakan pindahan dari dari kawasan Pelabuhan di Kota Lama.

    Berita Terkait :  Dua Mahasiswa Meninggal, Jokowi Sampaikan Belasungkawa

    Pelabuhan Bungkutoko diproyeksikan akan jadi pintu masuk bagi komoditi dari dan ke luar Kota Kendari maupun Provinsi Sulteng yang dilengkapi dengan kawasan industri penunjang seluas 26 Ha. Di area pelabuhan juga akan dibangun terminal antar moda (20 Ha), terminal multipurpose (32 Ha), terminal penumpang (23 Ha), serta tracking mangrove (24 Ha).

    Jembatan Teluk Kendari juga akan terhubung dengan jalan nasional dan jalan lingkar luar (Outer Ring Road) Kota Kendari sepanjang 40 Km yang menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe.

    Tanggung jawab Pembangunan Jembatan Teluk Kendari berada dibawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga dengan konsorsium kontraktor PT. PP dan PT Nindya Karya. Adapun sumber pembiayaan pembangunan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 809 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2015-2020.

    Konstruksi jembata terdiri dari pembangunan jalan pendekat atau oprit (602,5 m), approach span (357,7 m), side span (180 m), bentang utama (200 m). Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar.

    Berita Terkait :  Tak Ada Kejelasan Hukum, Cipayung Plus Gelar Aksi untuk Randi dan Yusuf

    Dengan dibangunnya Jembatan Teluk Kendari diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat di kawasan Kota Lama atau Poasia yang selama ini harus menyeberangi Teluk Kendari sejauh 20 Km menggunakan kapal ferry dengan waktu tempuh 30-35 menit. Dengan adanya jembatan, jarak mereka untuk menyebrang hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

    Rencana BPJN XXI Sultra kedepan akan mebentuk ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar Jembatan Teluk Kendari. Pemanfaatan ruang itu akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Kendari karena belum masuk dalam kontrak pembangunan jembatan.

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan