Pelapor Dugaan Korupsi di DPKP Kota Depok Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Kejari Depok

-

Berita Baru, Depok – Pelapor dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Ferry Merlin Sinaga meninggal dunia di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (03/06). Akibat, menderita berbagai macam penyakit atau komplikasi.

Sekjen Paguyuban Wartawan Depok (PWD), Yopi Setiabudi mengatakan, sebelum meninggal dunia Ketua PWD itu sempat membuat laporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok terkait dugaan mark up pengadaan sepatu PDL di Dinas tersebut.

“Jadi, kasus ini kan sudah dilimpahkan ke seksi pidana khusus Kejari Kota Depok. Jadi, kita dari PWD hanya menunggu aja prosesnya, kita tunggu aja prosesnya sampai dimana,” kata Yopi.

Berita Terkait :  Terkait Korupsi, Kejari Depok Enggan Tanggapi Laporan Bersifat Formalitas
Berita Terkait :  Usai diperiksa Pidsus Kejari Depok, Kadis Damkar Kabur Lewat Pintu Belakang

Dia membeberkan, meski Ferry Sinaga telah berpulang. Namun, pihaknya percaya bahwa kasus tersebut akan dituntaskan Kejari Kota Depok.

“Kita yakin dan kita percayakan saja pada Kejaksaan Negeri Depok,” sebut Yopi.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Intelejen (Kasintel) Kejari Kota Depok, Herlangga Wisnu menjelaskan, meski Pelapor telah meninggal dunia. Namun, proses hukum tetap berjalan.

“Tidak ada hubungannya dengan meninggalnya pelapor kemudian mengakibatkan kasus terhenti, proses tetap berjalan,” jelasnya, Jumat (04/06).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pihaknya tidak dapat memberitahukan kepada publik terkait keterangan maupun bukti dari beberapa orabg yang telah dipanggil. Karena, hal itu dapat menghambat proses penyelidikan yang dilakukan Seksi Pidsus Kejari Kota Depok.

Berita Terkait :  Usai diperiksa Pidsus Kejari Depok, Kadis Damkar Kabur Lewat Pintu Belakang
Berita Terkait :  Sandi Dipanggil Pidsus Kejari Depok Terkait Dugaan Korupsi DPKP, Berikut Penjelasannya

“Untuk hasil keterangan dari pihak-pihak yang telah kita panggil, kita tidak dapat memberitahukan kepada publik, biarkan seksi Pidana Khusus (Pidsus) bekerja sehingga dapat membuat terang peristiwa,” terang Herlangga.

“Apa hasil akhirnya pasti kita akan informasikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Untuk diketahui, setidaknya 43 orang telah dipanggil Kejari Depok untuk dimintai keterangan maupun diperiksa terkait dugaan korupsi tersebut.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Pertahankan Integritas Pegawai, Kejari Depok Luncurkan Aplikasi Whistle Blowing System

TERBARU

Facebook Comments