PC PMII Lamongan Kunjungi Eskavasi Situs Candi Pataan

    PC PMII Lamongan mengunjungi Eskavasi Situs Candi Pataan di Desa Pataan

    Berita Baru, Lamongan – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lamongan (PMII) mengunjungi Eskavasi Situs Candi Pataan di Desa Pataan Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan, Sabtu (26/9).

    Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan kader dari berbagai Komisariat maupun Rayon di dalam naungan PC PMII. Dalam kunjungan yang bertema “Study Jejak Airlangga di Lamongan” tersebut dampingi langsung oleh Alamudin Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lamongan, Miftah serta Wicaksono Dwi Nugroho Arkeolog BPCB Jawa Timur.

    Wicaksono saat memberikan materi diskusi kepada kader PMII menjelaskan bahwa mahasiswa dan anak muda harus mampu mengembangkan potensi ini, bahkan beliau menuturkan cobalah mengkajinya sesuai jurusan atau prodi yang dipelajari.

    “Karena candi ini memiliki keunikan yang belum tentu di temui di daerah Jawa Timur, sekaligus beliau menuturkan bahwa bangunan candi tersebut sudah bertahan ratusan tahun berdiri di desa pataan tapi masih bisa kita lihat sampai saat ini bukan kah ini bagian dari ke-luar biasaan kemampuan yang dipunyai nenek moyang kita dulu, maka dari itu mari kita jaga dan sebarluaskan berita baik mengenai kesejarahan ini,” ujar Wicaksono.

    Berita Terkait :  Komunitas Gusdurian Gresik Gelar Diskusi Buku "Menjerat Gus Dur"

    Sementara itu, Miftah Alamudin mengajak untuk bersama-sama memberitahukan kepada masyarakat bahwa di Lamongan mempunyai sejarah besar di daerah selatan terkhusus di Pataan karena di duga disinilah tempat Pelarian Raja Airlangga saat kerajaan diserang beserta tempat di tahbiskannya sebagai raja yang tertera pada prasasti terep.

    Sekretaris PC PMII Lamongan Hafid Febri Pratama mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan kaderisasi yang diharapkan mampu menciptakan kader yang tidak hanya paham masalah sosial yang terjadi saat ini saja.

    “Tapi juga paham mengenai kesejerahan yang terjadi di daerah lamongan serta mampu mengembangkan potensi yang ada di desa-desa terkhusus desa yang punyai situs ke-sejarahan seperti situs candi pataan ini,” pungkasnya. (*)

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan