PBNU Usul Presiden Dipilih MPR, Ini Tanggapan Jokowi

Berita Baru, Jakarta – Usulan agar presiden kembali dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kembali mencuat. Hal tersebut terjadi saat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan sejumlah pimpinan MPR RI di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/11).

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai SAS) menyampaikan agar Presiden/Wapres dipilih saja oleh MPR.

Sikap elit PBNU itu mendapatkan penolakan dan kritik dari kalangan aktivis, termasuk Gita Damayanti (PSHK), Billy Khairudin (Jurnalis), dan Andi Arief (Politisi) melalui media sosial Twitter.

Yunarto Wijaya (Charta Politika) bahkan mengingatkan, kalau dulu digulingkannya Gus Dur karena sistem pemilihan Presiden masih melalui MPR. Ia Minta PBNU mengingat sejarah itu.

Kepada TEMPO, Presiden Jokowi mengaku tidak setuju jika Presiden/Wapres dipilih oleh MPR.

Hal itu ditegaskan oleh Fadjroel Rahman, juru bicara Presiden, bahwa Jokowi memang tidak setuju dengan rencana pemilihan Presiden dan Wakil Presiden melalui MPR.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini