Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PBNU Minta Pelaku Pencabulan Santri di Bandung DiKebiri
Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini (Foto: PBNU)

PBNU Minta Pelaku Pencabulan Santri di Bandung DiKebiri

Berita Baru, Jakarta РSekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) A Helmy Faishal Zaini mengatakan pelaku perkosaan dan pencabulan belasan santriwati di Bandung, Jawa Barat Herry Wiryawan alias HW (36) harus dihukum berat.

Hukuman itu termasuk kebiri karena perilaku yang HW lakukan sejak 2016 termasuk bejat dan merugikan banyak pihak.

“Menimbulkan trauma dan sekaligus merenggut masa depan korban,” kata Helmy dalam keterangannya, Sabtu (11/12).

Pihaknya mengecam keras serta mengutuk semua tindakan pencabulan yang dilakukan HW. Perilaku HW merupakan tindakan asusila yang jauh dari norma-norma yang berlaku.

Perilaku tersebut dinilai sangat merugikan citra pesantren. Sebab apa yang dilakukan HW kata Helmy jauh dari akhlak yang diajarkan dan tradisi yang berjalan di kalangan pesantren.

Dia pun mendorong agar aparat kepolisian bisa menindak tegas perilaku HW yang telah membuat korbannya hamil hingga melahirkan 9 anak.

“Kita yakin bahwa pihak kepolisian bergerak cepat dan cermat dalam menangani kasus ini,” kata dia.

Saat ini HW tengah menjalani persidangan atas perilaku cabul yang dia lakukan sejak 2016 lalu itu. Dia menjalani persidangan di Pengadilan Kelasa IA Bandung.

Sementara itu, para korban telah dipulangkan ke kediaman masing-masing. Mereka masih di bawah pemantauan dan penyembuhan trauma atas apa yang didapat selama ini.

Sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap lembaga pendidikan usai kasus asusila terjadi di lembaga pendidikan keagamaan di Jawa Barat.

Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, hal ini perlu dilakukan agar kekerasan seksual terhadap belasan santriwati di Bandung, Jawa Barat yang dilakukan oleh seorang pimpinan pesantren tidak terulang.

“Jadi kalau ada hal serupa, kita akan lakukan mitigasi serupa. Jadi jangan tunggu ada kejadian dulu,” ujar dia, di Jakarta, Jumat (12/10).