Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PBNU Kecam Keras Luhut Soal 500 TKA China
Menko Marinves, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Istimewa)

PBNU Kecam Keras Luhut Soal 500 TKA China

Berita Baru, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras terhadap pernyataan juru bicara Menko Maritim dan Investasi (Marinves), Jodi Mahardi.

Kecaman itu terkait rencana Marinves yang akan mendatangkan 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara yang menuai penolakan.

Dalam pernyataannya, Ketua PBNU bidang Ekonomi, Umarsyah menegaskan agar anak buah Luhut Binsar Pandjaitan berhati-hati dalam membuat pernyataan.

Terlebih, menurut Umarsyah pernyataan itu mewakili pemerintah. Sedangkan masyarakat Sulawesi Tenggara jelas-jelas menolak.

Umarsyah mempertanyakan mengenai keahlian apa yang dimiliki oleh TKA China.

Menurutnya, kualitas tenaga kerja asli Indonesia sudah sangat mumpuni dalam mengelola industri yang lebih strategis daripada smelter yang ada di Sultra itu.

“Inferior benar pernyataan itu (Jodi Mahardi), Stafsus ini tidak sepatutnya bicara itu. Emangnya apa pekerjaannya? Apakah sebodoh dan serendah itu level tenaga kerja kita,” ujarnya dikutip dari RMOL.

Umarasyah meyakini tenaga kerja Indonesia sudah mampu mengelola industri yang lebih strategis dan lebih complicated.

“Bahkan termasuk buruh untuk pabrik pesawat sudah ada dan siap kok. Apalagi cuma smelter?” tegasnya.

Lebih lanjut, Umarsyah meminta Luhut dan anak buahnya berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.

“Jika pernyataan tenaga lokal dianggap belum mampu maka dapat menyinggung perasaan seluruh bangsa Indonesia,” katanya.

“Jadi hati-hati membuat pernyataan, ini akan memperburuk kondisi Luhut yang sedang disorot kanan kiri,” pungkas Umarsyah.