Berita

 Network

 Partner

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sebut negosiasi konstitusi Suriah sebagai kekcewaan besar. Foto: AFP.
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sebut negosiasi konstitusi Suriah sebagai kekcewaan besar. Foto:

PBB Sebut Negosiasi Konstitusi Suriah adalah Kekecewaan Besar

Berita Baru, Beirut – Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sebut negosiasi konstitusi Suriah adalah kekecewaan besar, kata kata Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen.

Hal itu ia ungkapkan selama pembicaraan putaran keenam antara pemerintah Suriah, oposisi, dan kelompok masyarakat sipil mengenai reformasi konstitusi yang telah gagal membuat kemajuan berarti.

“Saya pikir adil untuk mengatakan diskusi hari ini adalah kekecewaan besar,” kata Pedersen pada konferensi pers singkat pada hari Jumat (22/10), dilansir dari Al Jazeera.

“Kami tidak berhasil mencapai [apa] yang kami harapkan untuk dicapai – bahwa kami akan berdiskusi dengan baik untuk mencapai semacam konsensus,” imbuhnya.

Putaran pembicaraan Komite Konstitusi Suriah minggu ini seharusnya menjadi terobosan besar setelah para delegasi setuju untuk mulai menyusun prinsip-prinsip konstitusional.

Berita Terkait :  Protes Anti Lockdown Belanda, 40 Orang Ditangkap dan 50 Polisi Terluka

Para perumus dapat menyepakati alokasi ketentuan konstitusional untuk berbagai pihak, tetapi tidak dapat mencapai konsensus tentang salah satu dari mereka selama diskusi hari Jumat (22/10).

Komite perumus terdiri dari 45 anggota dari pemerintah Suriah, oposisi, dan masyarakat sipil.

Delegasi sepakat untuk menugaskan pemerintah Suriah dengan penanganan ketentuan yang berkaitan dengan “kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Republik Arab Suriah” dan “terorisme dan ekstremisme”.

Delegasi oposisi bertanggung jawab untuk menyusun naskah konstitusi yang berkaitan dengan “tentara, angkatan bersenjata, keamanan, dan intelijen”, sedangkan delegasi masyarakat sipil akan menyusun teks tentang “aturan hukum”.

Pedersen mengatakan delegasi pemerintah memutuskan untuk tidak menyajikan teks baru, sementara kelompok oposisi hanya menanggapi draft teks dari pemerintah dan masyarakat sipil.

Berita Terkait :  Tokopedia Umumkan BTS sebagai Brand Ambassador

“Kami tidak memiliki pemahaman yang tepat tentang bagaimana memajukan proses itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa perlu ada lebih banyak kepercayaan dan kemauan politik.

Pihak-pihak yang terlibat belum menyepakati tanggal perundingan putaran ketujuh.

Pada Januari 2018, pada konferensi perdamaian Suriah yang diselenggarakan Rusia di Sochi, sebuah kesepakatan dicapai untuk membentuk komite beranggotakan 150 orang untuk merancang konstitusi baru pada September 2019, yang sama-sama diwakili oleh pemerintah Suriah, oposisi politik, dan masyarakat sipil.

Sebuah komite yang lebih kecil yang terdiri dari 45 orang dari kelompok yang sama ditugaskan untuk merundingkan dan merancang ketentuan konstitusi yang baru.

Perang Suriah telah menewaskan sekitar 500.000 orang selama 10 tahun terakhir, dan dimulai pada 2011 dengan tindakan brutal terhadap protes anti-pemerintah. Kemudian berubah menjadi medan perang yang kompleks yang melibatkan tentara asing, milisi lokal dan pejuang asing.

Berita Terkait :  Jokowi Bawa Isu Pentingnya Akses Vaksin bagi Semua Negara ke PBB