PB PMII Peringatkan Pemerintah soal Kelangkaan Obat dan Oksigen

-

Berita Baru, Jakarta – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Rafsanjani mengingatkan Pemerintah ihwal kelangkaan obat dan oksigen.

Menurut Rafsan, kekosongan stock sejumlah obat di pasaran dan jikapun tersedia harganya sangat mahal. Ia memberikan contoh, obat seperti ivermectin, oseltamivir dan azithromycin yang sulit didapatkan. Begitu juga dengan oksigen medis yang langka dan mahal.

Katanya, kelangkaan ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. “Permintaan yang meningkat drasitis seiring dengan meningkatnya jumlah kasus positif di Indonesia, bisa juga karena sejumlah masyarakat yang membeli obat dan oksigen sebagai langkah preventif/panic buying, atau kemungkinan terburuk ada penimbunan oleh penjual,” jelas Rafsan melalui keterangan tertulis, Sabtu (11/7).

Berita Terkait :  Evakuasi 74 Awak Kapal Diamond Piscess Menunggu Arahan Presiden
Berita Terkait :  BI Beli Surat Berharga Negara Sebesar Rp 40,77 Triliun untuk Bantu Danai APBN

Rafsan menuturkan, pemerintah harus memastikan ketersediaan obat dan oksigen dengan harga terjangkau melalui koordinasi antar stakeholder. Hal itu untuk memastikan ketersediaan dengan harga murah.

“Seandainya masalahnya pada produksi, Rafsan menjelaskan, solusinya adalah menggenjot produksi di dalam negeri atau, bila diperlukan, melakukan impor. Peningkatan produksi dan impor ini guna menjamin supply yang dapat menekan harga, sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkannya,” paparnya.

Ia juga meminta stakeholder terkait–Kemenkes, Kemeterian BUMN, produsen swasta, DPR, Kejaksaan dan Polri–untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, Angka supply and demand obat dan oksigen ini harus ketahuan.

“Dipastikan masalahnya apakah kekurangan di produksi atau pada distribusi. Bila masalahnya di distribusi, Kejaksaan beserta Polri harus bertindak untuk memberantas penimbunan,” jelas Rafsan.

Berita Terkait :  PB PMII: MK Harus Kabulkan Pembatalan Omnibus Law
Berita Terkait :  PB PMII Dorong Kemenlu Masifkan Global Health Diplomacy Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 di Indonesia

Dalam kesempatan yang sama Rafsan juga mengapresiasi Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang dengan cepat merespon isu kelangkaan obat dan oksigen.

“Saya mengapresiasi respon cepat Koordinator Satgas Covid DPR RI, Pak Sufmi Dasco Ahmad, dalam masalah kelangkaan obat ini,” pungkas Rafsan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Koordinator Satgas Covid DPR, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan public hearing dengan asosiasi produsen farmasi, GP Farmasi, membicarakan solusi bagi kelangkaan stok obat di pasaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Gagalkan Omnibus Law, PB PMII Serukan Aksi Kepada Kader di Seluruh Indonesia

TERBARU