Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Paus Fransiskus tiba untuk audiensi umum mingguan di Audience Hall Paulus VI di Vatikan, 12 Januari 2022. Foto: Reuters.
Paus Fransiskus tiba untuk audiensi umum mingguan di Audience Hall Paulus VI di Vatikan, 12 Januari 2022. Foto: Reuters.

Paus Fransiskus Pimpin Doa untuk Perdamaian Ukraina

Berita Baru, Vatikan – Paus Fransiskus pimpin doa untuk perdamaian Ukraina pada Minggu (13/2) di hadapan massa di Lapangan Santo Petrus dalam doa hening.

“Berita dari Ukraina sangat mengkhawatirkan,” kata Fransiskus.

Di hadapan ribuan jamaah, Paus Fransiskus juga mengimbau hati nurani para politisi untuk lebih memilih jalan perdamaian, dan tidak memilih untuk perang di tengah eskalasi yang meningkat di perbatasan Ukraina.

“Saya mempercayakan setiap upaya perdamaian pada syafaat Perawan Maria dan hati nurani para politisi yang bertanggung jawab,” kata Paus Fransiskus.

“Mari kita berdoa dalam diam,” katanya. Kerumunan menjadi sunyi selama sekitar setengah menit.

Momen tersebut muncul setelah Presiden AS Joe Biden dan Pemimpin Rusia Vladimin Putin melakukan panggilan telepon selama satu jam.

Dalam panggilan itu, Biden mengatakan Barat akan menanggapi dengan tegas setiap invasi Rusia ke Ukraina.

Biden juga memperingatkan jika memang Rusia akan menginvasi, maka Barat akan mengisolasi dan memberikan sanksi keras pada Rusia.

Rusia berulang kali membantah rencananya untuk menyerang Ukraina dan menganggap peringatan AS tersebut sebaga “histeria”.

Pada Rabu (9/2) pekan lalu, Paus Fransiskus mengecam “kegilaan” ancaman perang dari meningkatnya ketegangan di perbatasan Ukraina.

Pemimpin umat Katolik ritus Timur Ukraina yang setia kepada Roma, Uskup Agung Mayor Sviatoslav Shevchuk menggambarkan situasi Ukraina kepada wartawan Vatikan melalui tautan video dari rumahnya di Kyiv pada Selasa (8/1), dengan mengatakan, “Kami pada dasarnya dikepung oleh tentara Rusia.”

“Kami terus memohon kepada Tuhan perdamaian agar ketegangan dan ancaman perang dapat diatasi demi dialog yang serius,” kata Paus Fransiskus pada audiensi umum mingguannya, Rabu (9/1).

Paus menyuarakan harapannya bahwa “Format Normandia,” pembicaraan berkala antara Jerman, Prancis, Ukraina dan Rusia, akan berlanjut dan mencegah konflik yang lebih luas, menurut kantor berita RNS.