Berita

 Network

 Partner

Pasien Covid-19 Meningkat, Begini Kata PGI-S Kota Depok

Pasien Covid-19 Meningkat, Begini Kata PGI-S Kota Depok

Berita Baru, Depok – Menindaklanjuti Surat Keputusan Walikota Depok No. 443/249/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang Pemberlakuan PSBB secara Proporsional Pra Adaptasi Kebiasaan Baru, Majelis Pengurus Harian (MPH) Persatuan Gereja Indonesia Setempat (PGI-S) Kota Depok mengingatkan Pimpinan Gereja setempat terkait  pencegahan, penanganan dan Pengendalian Covid19.

“Sangat diharapkan pengertian Gereja-gereja memperhatikan SK Walikota ini untuk kebaikan dan kesehatan kita bersama,” tegas Ketua Umum PGI-S Kota Depok, Pdt. Bebalazi Zega.

“Seluruh kondisi diatas disebabkan karena semakin meningkatnya Covid 19 di Kota Depok, bahkan dalam beberapa hari ini per hari yang terpapar sudah lebih 500 orang,” lanjutnya, Senin (21/06).

Bebalazi mengajak, agar umat Kristiani di Kota Depok dapat berperan dalam menurunkan angka Covid-19 dengan cara melakukan ibadah melalui, jaringan online atau live streaming.

Berita Terkait :  APBD Kota Batam 2020 Capai Rp2,9 Triliun

“Marilah kita berhikmad dengan menjadikan ibadah online atau live streaming sebagai solusi untuk tetap melaksanakan kewajiban peribadahan kita,” ajaknya.

Selain itu, dia juga menghimbau, supaya umat Kristiani selalu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Tuhan Menolong dan Menguatkan Bangsa dan Kota kita, terutama melepaskan kita dari Pendemi Covid 19 ini. Teriring salam dan doa kami,” sebut Bebalazi.

Lebih lanjut, Sekretaris Umum PGI-S Kota Depok, Mangaranap Sinaga mengungkapkan, pihaknya telah memberikan himbauan kepada gereja-gereja dibawah naungannya agar dapat mengambil peran dalam penurunan angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok.

“Diantaranya, Kegiatan Ibadah di Gereja dibatasi dengan kapasitas paling banyak 30% (tiga puluh persen), dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan hanya untuk kegiatan Ibadah yang bersifat wajib, seperti Ibadah Minggu,” terangnya.

Berita Terkait :  Peringati HUT ke-75 TNI, Koramil 0817/15 Bungah Gelar Tasyakuran Bersama Jajaran Forkopimcam

“Kegiatan di Gereja yang berada di Zona Oranye dan Merah PPKM Mikro agar di tutup,” sambungnya.

Terkait Ibadah Dukacita atas kematian warga gereja, dijelaskan Mangaranap,kegiatan ibadahnya dibatasi dengan maksimal 15 orang atau keluarga yang hadir.

“Kegiatan Ibadah sektor, lingkungan, keluarga untuk sementara juga ditiadakan,” tandasnya.

Sementara, kegiatan pemberkatan nikah hanya diperkenankan dihadiri keluarga inti paling banyak 30 orang.