Pasar Coche Berpotensi Jadi Episentrum COVID-19 Venezuela

Covid-19 Venezuela
Walter Rivera menegaskan aturan untuk mencegah penyebaran COVID-19 kepada penjual dan pembeli di Caracas, Venezuela, 23 Juli 2020. Foto: Reuters/Manaure Quintero

Berita Baru, Internasional – Pada hari Selasa (4/8), penasihat kesehatan pemimpin oposisi Venezuela, Jose Manuel Olivares mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Pasar Coche merupakan situs potensial penularan tinggi COVID-19 di Venezuela, menurut Reuters.

Pasar Coche merupakan pusat distribusi pangan utama di ibu kota Caracas, Venezuela. Sebelumnya, Pasar Coche buka setiap hari sebelum pandemi. Di pasar Coche, diperkirakan ada 3.500 penjual yang menggantungkan hidupnya di pasar.

Namun pada bulan Maret pemerintah meminta untuk membuka pasar hanya dalam beberapa hari seminggu dan di waktu-waktu tertentu.

Pada tanggal 29 Juli, pemerintah Presiden Maduro membatasi jam buka pasar di seluruh ibu kota dari terbit fajar sampai jam 2 siang.

Hasil bumi dikirim dengan truk ke supermarket-supermarket di Caracas melalui pasar itu, di mana hasil bumi itu merupakan penyelamat di tengah krisis ekonomi Venezuela dalam enam tahun ini karena sanksi dari AS.

Tiga hari dalam seminggu, sekitar 10.000 orang termasuk pengecer dan konsumen masuk ke dalam Pasar Coche yang dikelola oleh pemerintah Presiden Maduro.

Berita Terkait :  Didesak Venezuela, Perancis Membantah Juan Guaido Berada di Kedubesnya

“Caracas bergantung pada pasar ini [Coche],” administrator dari oposisi pemerintah dan direktur pasar grosir Coche, Walter Rivera mengatakan dalam sebuah wawancara.

Rivera juga menambahkan bahwa sekitar 17.000 ton barang dijual di pasar Coche setiap bulan.

Sebagaimana pasar pada umumnya, orang-orang di dalam pasar sedikit sekali yang memperhatikan protokol perlindungan penularan virus COVID-19.

Masih banyak pengunjung pasar yang datang ke pasar tidak melakukan physical distancing, atau bahkan sekedar memakai masker.

Hal itu mengecewakan upaya pemerintah Presiden Maduro untuk menghentikan percepatan jumlah kasus virus korona dan menambah beban Presiden Maduro dalam hal memperbaiki kesehatan Venezuela.

Sejauh ini pemerintah Presiden Maduro telah mengkonfirmasi 20.206 kasus dan 174 kematian. Tetapi, oposisi dan LSM medis memperingatkan bahwa angka itu tidak valid dan pengujian yang dilakukan oleh pemerintah tidak cukup.

Karena itu, Jose Manuel Olivares mengatakan bahwa Coche adalah ‘situs potensial penularan tinggi’.

Pemerintah Maduro memerintahkan langkah-langkah penguncian yang keras pada bulan Maret yang bertujuan untuk mengekang penyebaran COVID-19, tetapi kekurangan bahan baku memaksa banyak pedagang untuk kembali ke pasar grosir untuk mencari nafkah.

Berita Terkait :  Iran dan Venezuela Menentang Sanksi AS Terang-terangan, Apa Artinya?

“Jika Anda tidak pergi keluar setiap hari Anda tidak makan,” kata Moises Rojas (23 tahun) yang menjual wortel, kentang, dan bawang di Pasar Coche.

Rojas, salah seorang yang menggantungkan hidupnya dari pasar, mengatakan pada hari-hari pra-pandemi dia bisa menjual tiga karung wortel seberat 45 kilogram. Namun, sekarang, ia hanya dapat menjual 5 kilogram.

Beberapa pedagang menyeret karung dan mendorong gerobak di sekitar pasar mengatakan mereka takut terinfeksi, tetapi mereka lebih takut pemerintah akan menghentikan mereka bekerja.

“Itu akan menjadi buruk bagi kita,” kata Angel Serrano, yang telah menghabiskan waktu 32 tahun berjualan di Pasar Choce.

Administrator Coche Rivera mengatakan dalam beberapa minggu terakhir mereka melakukan 4.500 tes antibodi cepat di sana, dengan hanya satu hasil positif. “Kami bekerja agar mereka tidak menutup pasar,” katanya.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

five × 2 =