Pasangan Asal Inggris yang Diduga Bergabung Daesh, Dibebaskan

Daesh
(Foto : Okezone News)

Berita Baru, Internasional – Pasangan suami istri asal Inggris yang dicurigai bergabung dengan Daesh  (ISIS) dan pernah hidup dalam kekhalifahan di Suriah selama empat tahun, kini bebas hidup di Inggris. Pemerintah tidak memiliki cukup bukti untuk menuntut mereka, lapor Daily Mail.

Rincian kasus itu terungkap di Pengadilan Tinggi baru-baru ini, setelah pasangan itu mengajukan tuntutan hukum untuk menggagalkan penyelidikan terhadap dirinya  yang dipelopori oleh Polisi Leicestershire. Dilansir dari Sputnik News, Selasa (8/10).

Saat ini, keluarga tersebut tinggal di Leicestershire dan berhak mengasuh anak-anak mereka setelah memenangkan hak asuh.

Detektif anti teroris telah mencoba untuk mendapatkan pernyataan pasangan yang dibuat ke Pengadilan Keluarga untuk memenangkan kembali anak-anak mereka, di mana diyakini mereka membuka secara lebih rinci mengenai waktu mereka di Suriah daripada ketika ditanyai oleh polisi.

Namun, begitu mengetahui bahwa polisi ingin mendapatkan pernyataan mereka dari Pengadilan Keluarga, pasangan itu mengajukan tantangan hukum di Pengadilan Tinggi, sebelum mengajukannya melalui Pengadilan Banding dan Mahkamah Agung.

Pasangan Inggris itu ditangkap di Bandara Manchester pada Januari karena tuduhan terorisme setelah kembali ke Inggris bersama dua anak mereka, yang lahir di Suriah.

Selama persidangan, hakim diberi tahu bahwa pasangan itu pergi ke Suriah secara terpisah pada tahun 2014, setelah Daesh mendeklarasikan kekhalifahan di Suriah utara dan Irak. Keduanya bertemu dan menikah kemudian melahirkan dua anak.

Berita Terkait :  Nasib Bintang Porno, Mia Khalifa: Gaji Kecil dan Diancam ISIS

Pihak berwenang Inggris mengetahui keluarga itu pada November 2018 ketika mereka melarikan diri dari Suriah ke Turki. Di sanalah mereka ditangkap dan ditempatkan di pusat penahanan imigrasi.

Suaminya dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional, dengan Home Office memberlakukan Ordo Pengecualian Sementara (TEO) tahun lalu untuk mencegah dia memasuki kembali Inggris.

Pada 9 Januari 2019 keluarga tersebut tiba di bandara Manchester, di mana otoritas Inggris menangkap mereka dan mengirim anak-anak mereka ke pengasuhan.

Sumber : Sputnik News

Tinggalkan Balasan