Partai Republik AS: Perang Minyak Dapat Memanaskan Hubungan AS dan Saudi

Partai Republik AS
(Foto: REUTERS / Maxim Shemetov)

Berita Baru, Internasional – Sejak awal Maret, harga minyak global telah turun ke posisi terendah dalam sejarah, setelah pertemuan OPEC+ 6 Maret di Wina mengalami kegagalan. Pertemuan itu bertujuan untuk menyelesaikan isu-isu mengenai perpanjangan kesepakatan tentang pemotongan minyak. Tidak ada keputusan, baik saran dari Rusia maupun saran dari Arab Saudi.

Situasi ini semakin runyam ketika permintaan di pasar minyak melambat karena negara-negara melakukan aturan karantina dan pembatasan terkait dengan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Menanggapi situasi seperti itu, 48 anggota parlemen Partai Republik di AS (GOP), yang dipimpin oleh House Minority Whip Steve Scalise, telah meminta Arab Saudi untuk setuju dalam menyepakatai pengurangan produksi minyak. Mereka mencatat bahwa “keputusan kerajaan Saudi pada bulan Maret yang secara secara sengaja menekan harga minyak mentah global” dan kegagalannya untuk mengatasi “krisis energi buatan” ini dapat membahayakan hubungan bilateral.

“Akan tetapi, kami prihatin dengan tindakan kerajaan Saudi untuk secara artifisial mendistorsi pasar minyak mentah global ketika negara-negara di seluruh dunia berjuang untuk mengatasi krisis ekonomi dan kesehatan yang terus meningkat yang dipicu oleh pandemi coronavirus novel COVID-19,” tulis anggota parlemen dalam suratnya kepada Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Berita Terkait :  Iran Sita Tanker Minyak Inggris, Ketegangan Global Memuncak

Mereka juga menulis, “Namun, kerajaan Saudi dapat mengubah arah, mengurangi produksi, dan mengembalikan keseimbangan ke pasar yang telah mengalami penurunan harga paling drastis dalam dalam beberapa tahun.”

Para anggota parlemen tersebut mengeluh bahwa ribuan pekerja AS di sektor migas dan industri bahan bakar fosil juga industri terkait lainnya menghadapi peningkatan ketidakpastian keuangan dan ekonomi karena penurunan harga.

Perwakilan GOP (Partai Republik) mengatakan bahwa tindakan Arab Saudi dapat merusak kemitraan strategis dengan AS, termasuk dalam kolaborasi ekonomi dan militer.

“Jika kerajaan Saudi gagal bertindak adil untuk membalikkan krisis energi buatan ini, kami akan mendorong setiap tanggapan timbal balik yang dianggap tepat oleh pemerintah AS,” tulis Perwkilan GOP.

Surat itu datang menjelang pertemuan video OPEC+ yang dijadwalkan pada hari Kamis untuk membahas kemungkinan aturan baru terkait pengurangan produksi minyak untuk menstabilkan pasar. Pertemuan para menteri energi G20 tentang stabilitas pasar energi akan mengikuti pertemuan OPEC+ yang rencananya akan diadakan pada hari Jumat.

Berita Terkait :  Harga Minyak Brent Menguat di Atas US$ 30 per Barel

Pada bulan Maret, Senator AS Kevin Cramer dan Dan Sullivan memperkenalkan undang-undang untuk menghilangkan sistem dan pasukan AS dari Arab Saudi kecuali Arab Saudi mengurangi produksi minyaknya.

Sejak awal Maret, harga minyak telah terpotong hampir setengahnya karena kegagalan anggota OPEC+ untuk menyetujui pemotongan tambahan atau perpanjangan pengurangan produksi minyak pada April lalu. Selain itu, permintaan di pasar minyak melambat karena pembatasan terkait dengan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.


SumberSputnik News
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini