Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Operasi Minyak
© AP Photo / Nabil al-Jourani

Partai Demokrat AS Melarang Pengeluaran Dana untuk Kontrol Sumber Daya Minyak di Suriah atau Irak

Berita Baru, Internasional – Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mengusulkan larangan pengeluaran anggaran pertahanan 2021 untuk kontrol sumberdaya dan fasilitas minyak di Suriah dan Irak.

Hal itu disebutkan menurut RUU Pendanaan Pertahanan Tahun Anggaran 2021 yang dirilis pada hari Selasa (7/7).

“Tidak ada dana yang diambil atau disediakan oleh Undang-Undang ini atau lainnya untuk diwajibkan atau dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk tujuan sebagai berikut … untuk melakukan kontrol Amerika Serikat atas sumber daya minyak Irak atau Suriah,” tulis dokumen RUU Pendanaan Pertahanan Tahun Anggaran 2021, dikutip dari Sputnik.

Selain itu, dana federal dilarang digunakan untuk pembangunan fasilitas untuk penempatan pasukan AS di Irak atau Afghanistan.

Demokrat di DPR dan Republik di Senat diharapkan untuk mengusulkan dua versi anggaran untuk tahun fiskal 2021, yang kemudian akan disatukan oleh komisi koordinasi. Dokumen yang disepakati selanjutnya akan ditandatangani oleh presiden.

Pada awal Oktober 2019, Amerika Serikat mengumumkan penarikan pasukannya dari timur laut Suriah, segera setelah itu Turki meluncurkan Operasi Musim Semi Perdamaian (Operation Peace Spring) melawan milisi Kurdi dan Daesh di daerah itu.

Namun, Amerika Serikat kemudian menelan ludahnya sendiri dan kembali berniat untuk tinggal di daerah itu dan memastikan bahwa sekutunya, Pasukan Demokratik Suriah atau Syrian Democratic Forces (SDF) yang dipimpin Kurdi, mempertahankan kendali atas tanah yang kaya minyak.

Presiden Trump kemudian mengatakan bahwa ia berencana untuk mengundang perusahaan-perusahaan minyak besar AS ke daerah itu untuk mengeksplorasi ladang minyaknya.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu sebelumnya mengatakan bahwa AS secara terbuka dan tidak resmi merampas ladang minyak di Suriah dan, pada saat yang sama, melarang pasokan minyak ke negara ini dengan sanksi.

Sementara itu, AS terus mengirimkan pasukan ke Suriah. Pada hari Senin (7/7) malam, AS dilaporkan telah mengirimkan 27 truk bermuatan peralatan militer ke Suriah melalui perbatasan ilegal Al-Walid, Irak.