Parlemen Belanda Sebut Tindakan Terhadap Muslim Uighur Adalah Genosida

Etnis Muslim Uighur (Foto: Reuters)

Berita Baru, Jakarta – Pada Kamis (25/2) Parlemen Belanda menyebutkan tindakan terhadap etnis minoritas Muslim Uighur di China sama dengan genosida.

Aktivis dan pakar hak asasi PBB menyebutkan, setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp terpencil di wilayah barat Xinjiang. Para aktivis dan beberapa politisi Barat menuduh China menggunakan penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi.

Dilansir dari Reuters, China menyangkal adanya pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan mengatakan kamp-kampnya menyediakan pelatihan kejuruan dan dibutuhkan untuk melawan ekstremisme.

“Sebuah genosida terhadap minoritas Uighur sedang terjadi di China,” kata Parlemen Belanda dikutip dari Reuters, Jumat (26/2).

“Pemerintah China bertanggung jawab secara langsung,” imbuhnya.

Kedutaan Besar China di Den Haag mengatakan bahwa klaim genosida di Xinjiang adalah kebohongan langsung dan parlemen Belanda telah dengan sengaja mencoreng China dan sangat mencampuri urusan dalam negeri China.

Parlemen Belanda mengatakan bahwa tindakan pemerintah China seperti mencegah kelahiran dan memiliki kamp hukuman umumnya dikenal sebagai konvensi genosida.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan, pemerintah tidak ingin menggunakan istilah genosida, karena situasinya belum diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau pengadilan internasional.

“Situasi orang Uighur sangat memprihatinkan, Belanda akan bekerja sama dengan negara lain dalam masalah tersebut,” kata Blok kepada wartawan.

Secara terpisah, anggota parlemen Belanda Sjoerd Sjoerdsma mengusulkan untuk melobi Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing.

“Mengakui kekejaman yang terjadi terhadap Uighur di China apa adanya, yaitu genosida, mencegah dunia untuk melihat ke arah lain dan memaksa kami untuk bertindak,” katanya.

Menyangkal tuduhan itu, Kedutaan Besar China di Den Haag mengatakan populasi Uighur di Xinjiang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mengklaim muslim Uighur telah menikmati standar hidup yang lebih tinggi, dan harapan hidup yang lebih lama.

“Bagaimana Anda bisa menyebut ini sebagai genosida? masalah terkait Xingjiang tidak pernah tentang hak asasi manusia, etnis atau agama, tetapi tentang memerangi terorisme kekerasan dan suksesi,” jelasnya.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini