Paparkan Data Banjir Tahunan, PMII Lamongan Ragukan Kinerja Dinas Terkait

    Berita Baru, Lamongan – Banjir tahunan yang terjadi di sekitar daerah Bengawan Njero yang meliputi empat kecamatan yakni Kecamatan Turi Kecamatan Kalitengah Kecamatan Karangbinangun Kecamatan Deket dan Kecamatan Glagah.

    Kali ini, banjir datang lebih awal dari musim sebelumnya dan merupakan problem dari tahun ke tahun yang harus ditanggung oleh masyarakat yang mendiami disekitar 5 kecamatan di Kabupaten Lamongan.

    Kondisi itu, menurut Ketua PMII lamongan Syamsuddin, pihaknya sudah melaksanakan audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Lamongan dengan dihadiri beberapa utusan dinas terkait, diantaranya Dinas lingkungan hidup dan dinas perairan Kabupaten lamongan.

    Dalam audiensi tersebut, para aktivis mahasiswa ini memaparkan data yang cukup mencengang bagi para petinggi pengambil kebijakan, termasuk banyaknya sungai yang mengalami pendangkalan alih fungsi lahan dari rawa menjadi lahan pertanian sampai tidak adanya pembangunan di beberapa titik rawan bencana banjir.

    “Setelah mendengar janji yang disampaikan oleh kepala dinas perairan, kami merasa ragu dengan kinerja yang mereka lakukan selama ini, kami tidak melihat kerja keras dan kerja cerdas walau sudah kami ingatkan termasuk kasus banyaknya eceng gondok yang menutupi permukaan air sehingga masyarakatpun tidak bisa mengakses melalui transportasi air,” kata Syamsuddin.

    Banjir di Bengawan Njero ini, lanjut Syamsuddin, mengakibatkan ratusan lembaga pendidikan kebanjiran, ribuan rumah kebanjiran dan ribuan hektar tambak kebanjiran dan infrastruktur jalan mengalami kerusakan yang mengakibatkan kerugian puluhan milyar salah satunya di ruas jalan yang menghubungkan antara kecamatan Karanggeneng dan Kalitengah

    “Kita juga tau bahwasanya masyarakat terdampak sudah tidak bisa mengakses melalui transportasi darat,” tandasnya.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini