Panen Madu Hutan Sugihan, Pengunjung Boleh Mencicipi Sepuasnya

    Madu Tuban
    Proses penyaringan madu, saat panen madu di Sugihan, (Foto: Beritabaru.co).

    Berita Baru, Tuban – Merasakan manis madu di rumah maupun otlet yang menjual madu, rasanya sudah biasa. Namun, beda kalau menikmati legitnya madu, dengan mencoba langsung saat memanen madu di peternakan.

    Manis madu segar itulah yang dinikamti oleh warga saat ikut memanen madu di kawasan hutan Desa Sugihan Kecamatan Merakurak, Tuban, pada hari Minggu (23/2) siang.

    Ditempat tersebut, pengunjung diberikan kebebasan untuk melihat langsung proses panen. Tak hanya itu, wisatawan boleh mencicipi manis madu alami sepuasnya.

    Waluyo (38), peternak lebah madu asal Desa Gajian, Kecamatan Gunungmungkal Kabupaten Pati, menyebutkan, pihaknya sebelum menentukan titik untuk meletakan rumah lebah,melakukan observasi dan meninjau lokasi.

    Apakah kawasan hutan tersebut ada rerumputan yang menghasilkan nektar sebagai makanan lebah atau tidak.

    “Alhamdulillah disini cocok untuk rumah tawon madu, akhirnya kita letakkan dua titik di kawasan ini,” kata Waluyo kepada awak media.

    Salah satu warga mencicipi manis madu segar di hutan jati Sugihan, (Foto: Beritabaru.co).

    Selama proses awal memancing lebah datang, hingga membuat rumah dan menghasilkan madu, kurang lebib dibutuhkan waktu sebulan lamanya.

    Berita Terkait :  Respon Cepat Kerusakan Jalan di Tuban

    Soal kwalitas, Waluyo menuturkan semakin kental madu yang dihasilkan, maka semakin baik.

    “Kita buka dua kali ini, jadi orang yang datang bisa mencicipi sepuasnya, atau bisa membeli madu disini, dengan harga Rp50 ribu untuk kemasan botol kecil, dan Rp150 ribu untuk kemasab botol 460 mili liter,” katanya.

    Ahmad Rifky dari Kabupaten Gresik salah satu pengunjung mengungkapkan, dirinya baru pertama kali melihat proses memanen madu secara langsung di hutan. Apa lagi, bisa mencicipi sepuasnya di lokasi dan membeli madu secara langsung.

    “Tahu ya baru kali ini, rasa madunya enak sekali,” katanya.

    Wisata petik madu ini, juga memantik rasa tahu salah satu anggota DPRD Tuban, Mukaffi Maki. Ia rela datang ke lokasi untuk melihat langsung prosenya.

    Melihat banyaknya wisatawan yang datang. Mukaffi sangat mendukung kegiatan ini, karena bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Dan sesuai Peraturan Menteri KLHK nomor 41 tahun 1999 pemanfaatan hutan untuk lingkungan masyarakat setempat.

    “Kedepan kita kembangkan, kita sosialasikan ke masyarakat, agar bisa menjadi tempat wisata yang rutin dikunjungi,” tambahnya. [Rhm]

    Berita Terkait :  Tanggul Bengawan Solo Kritis, Ini Yang Dilakukan Lazisnu Tuban
    Terlihat seorrang petani mengambil sarang dari kotak sarang lebah, (Foto: Beritabaru.co).
    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan