Berita

 Network

 Partner

Pembelajaran Daring

Pakar Pendidikan: Pembelajaran Daring Menguatkan Demokratisasi Pengetahuan

Berita Baru, Gresik – Upaya antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, dunia pendidikan menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem online atau daring.

Hal ini menuai respon banyak kalangan, salah satunya dari murid Madrasah Aliyah Negari (MAN) Gresik, Muhammad Fairuz Alamsyah.

Ia mengaku, dirinya dan teman-temannya terbebani karena banyaknya tugas, apalagi harus dikumpulkan saat jam pelajaran itu juga.

“Biasanya hanya pembelajaran materi dan mungkin hanya sedikit tugas-tugas. Sekarang seluruh mata pelajaran menggunakan sistem tugas online yang diberikan oleh wali kelas melalui grup WA, kecuali mata pelajaran schoology yang bisa menyajikan materi dengan media PPT (Power Point),” paparnya kepada Beritabaru.co, Kamis (19/3).

Ia juga berharap, guru-guru lebih mengerti siswa. Karena siswa tidak hanya satu pelajaran saja, tetapi hampir seluruh mata pelajaran memberikan tugas.

Berita Terkait :  Rasa Takut (Khauf), Pengharapan (Roja') dan Virus Corona

Sementara, ditempat terpisah, Dr. Syifa’ul Qulub, Pakar Pendidikan menjelaskan, model pembelajaran daring melalui gadget dan atau handphone merupakan keniscayaan demokratisasi pengetahuan.

Penugasan online menciptakan kesempatan bagi peserta didik untuk memanfaatkan dunia teknologi dengan produktif dan menyenangkan.

“Tentu konsekuensinya model pembelajaran daring menjadi opsi yang sangat efektif. Kegiatan belajar mengajar akan berubah total. Ruang kelas mengalami evolusi dengan pola pembelajaran digital yang memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, fungsi guru bergeser lebih mengajarkan nilai-nilai etika, budaya, kebijaksanaan, pengalaman hingga empati sosial. Karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin.

Berita Terkait :  Hari Kedua, Giliran Wabup Gresik Tinjau PTM Terbatas di SMP Islamic Qon

Menurutnya, ada dua konten pembelajaran yang diterima oleh peserta didik yaitu hard skill dan soft skil. Ruang lingkup soft skill, katanya, tidak bisa dilakukan dengan mesin dan teknilogi karena sangat dibutuhkan keteladan sosok guru.

“Ada revolusi peran guru sebagai sumber pengetahuan atau pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, bahkan inspirator mengembangkan imajinasi, kreativitas, karakter, serta team work siswa yang dibutuhkan pada masa depan,” terang Ketua STAI Daruttaqwa ini.

Diketahui, Edaran Kegiatan belajar mengajar secara daring itu diterapkan selama dua pekan ke depan sejak tanggal 19 sampai dengan tanggal 29 Maret 2020.