Pada Warna Malam Aku Mengenangmu

Warna malam

Pada Warna Malam Aku Mengenangmu
(Puisi, Hendry Krisdiyanto)

Cara Mengenang

Dalam ingatan terdapat sebuah kisah
Di luar akal yang kutahu
Ini hanya sebatas khayal
Lalu hati bergemuruh
Menuai duka cita

Tak ada yang dapat
Pergi dari ingatan
Meski yang berkaitan
Selalu menolak untuk datang.

Jogja, 2018

Aku Akan Menjelma Nyamuk

Aku akan menjelma nyamuk malam hari
terbang menembus jarak yang memisahkan
antara ruang dan waktu, kemudian hinggap
di tepi-tepi ranjang tidurmu
sementara biar aku awasi
setiap nyamuk lain yang kemungkinan
akan menciptakan resah pada tidurmu.

Jangan kau banyak gerak saat tidur
khawatir bagian tubuhmu menimpaku
dan aku yang tak pernah menyentuh kulitmu
jelas itu sebuah peluang bagus bagi diriku
tetapi, peluang aku mati dengan cintamu lebih besar
dari keselamatanku sendiri.

Tentu aku tak ingin kau bersedih untuk kepergianku
jika aku tiada, di alam berbeda
dimana waktu tak lagi bernama waktu
aku akan mengingat pernah membawa cintamu
sampai akhir hayatku.

Dari alam berbeda
aku tak kuasa menahan pedih kenyataan
bahwa cinta hanya aku yang menanggungnya sendirian
kau tak pernah merasakan.

Jogja, 2018

Pada Warna Malam

Yang tampak dari malam
Adalah gelapnya

Yang ramai dibicarakan
Adalah sepi sunyinya

Warna malam adalah
Kesaksian pahit sepasang kekasih
Yang gagal menikmati purnama

Tak ada yang tahu dan paham usia waktu
Dari Jogja yang jauh rindu menggebu
Kepadamu di dasar hati yang sendu.

Berita Terkait :  Api Perlawanan

Jogja, 2018

Hendri Krisdiyanto lahir di Sumenep, Madura. Alumni Annuqayah daerah Lubangsa. Karyanya pernah dimuat di: Minggu Pagi, Kabar Madura, Koran Dinamika news, Nusantara news, Radar Cirebon, Radar Banyuwangi, Tanjungpinang pos, Bangka Pos, Rakyat Sumbar, Buletin Jejak, Tuban Jogja, Beritabaru.co, Flores Sastra, Apajake.id, Buletin kompak, Jejak publisher, Majalah Simalaba, Antologi bersamanya: Suatu Hari Mereka Membunuh Musim(Persi, 2016), Kelulus (Persi, 2017), The First Drop Of Rain(Banjarbaru, 2017), Bulu Waktu(Antologi puisi Sastra Reboan) dan Suluk Santri, 100 Penyair Islam Nusantara (Hari Santri Nasional, Yogyakarta, 2018) Sekarang aktif di Garawiksa Institute, Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan