Pada 2020 Anggaran Kemendes PDTT Terserap 95,57 Persen

-

Berita Baru, Jakarta — Realisasi anggaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada rentang 2020 mencapai Rp2,45 triliun atau 95,57 persen dari pagu Rp2,58 triliun.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menerangkan bahwa realisasi itu hanya sedikit di bawah target yang disepakati bersama komisi V DPR RI, yakni 96 persen.

“Dilihat dari hasil rapat kerja kita 18 November waktu itu kita sepakati penyerapan kita 96 persen, namun kenyataannya kita mampus 95,57 persen itu berarti kurang 0,43 persen,” tuturnya kepada media di komisi V DPR, Senin (18/1).

Halim mengatakan target serapan anggaran tidak tercapai karena realisasi program yang didanai pinjaman luar negeri dan hibah belum terlaksana.

“Dana dan pinjaman luar negeri sebesar Rp79,188 miliar tidak terserap, itu disebabkan adanya perbedaan pandangan antara kementerian dengan pihak pemberi hibah dan pinjaman terkait dengan kondisi covid-19 dimana beberapa hal dalam pandangan kami, tidak mungkin dilaksanakan,” katanya.

Lanjut Halim salah satu program yang tak terlaksana itu merupakan piloting smart village dan digitalisasi ekonomi desa.

Menurut Kemendes PDTT, program tersebut harus ditunda dan dialihkan ke tahun ini sebab tak bisa dilaksanakan secara langsung sepanjang 2020.

Meski begitu pogram tersebut telah diluncurkan pada awla Oktober 2020 di Desa Kemuning dan Desa Pangandaran, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

“World Bank itu bicara tentang penyiapan pilot project, tetapi baru tataran konsep. Saya tidak sepakat, kalau pilot project harus ada dana desa, dan seterusnya. World Bank adakan pelatihan virtual, kemudian tidak ada barang yang bisa diserahkan ke desa sebagai tindak lanjut program itu. Karena itu saya bilang gak usah, ditunda saja,” pungkasnya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments