Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Teknologi China

Nicholas Burns: AS Tidak Cari Konflik dengan China, tapi Pertempuran Gagasan



Berita Baru, Internasional – Nicholas Burns merupakan Mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik dan Kepala Negosiator Kesepakatan Nuklir Indo-AS. Burns juga seorang profesor Politik Internasional di Sekolah Pemerintah Harvard John F. Kennedy.

Sementara Rahul Gandhi merupakan mantan pemimpin oposisi utama Partai Kongres India.

Pada hari Jumat (12/6), Nicholas Burns dan Rahul Gandhi mengadakan dialog virtual yang membahas tentang bagaimana krisis COVID-19 membentuk kembali tatanan dunia dan berbagai masalah dunia lainnya, termasuk rasisme di Amerika Serikat.

Dilansir dari Sputnik, dalam dialog tersebut, Burns mengatakan bahwa Amerika Serikat dan China seharusnya tidak saling bermusuhan, tetapi seharusnya kedua negara besar itu bekerja sama selama krisis global saat ini.

Burns juga mengatakan bahwa Washington harus bergerak melampaui obsesinya dengan Beijing.

“Kami tidak mencari konflik dengan China. Tapi kami benar-benar mencari pertempuran ide dengan China,” ujar Burns kepada Gandhi.

Burns juga menekankan bahwa menurutnya saat ini negara-negara harus mengesampingkan perbedaan mereka dan bekerja sama.

Ketika Gandhi bertanya mengapa AS dan China tidak bekerja sama untuk mengatasi krisis global akibat pandemi COVID-19, Burns menjawab:

“Itu belum terjadi terutama karena Presiden Trump tidak percaya pada hubungan internasional. Dia adalah orang yang sepihak. Dia ingin Amerika pergi sendiri di dunia dan (Presiden China) Xi Jinping ingin bersaing dengan Trump. Bahkan AS dan China adalah jantung masalah.”

Kemudian ketika Burns ganti bertanya pada Gandhi tentang hubungan India dan China, Gandhi menjawab bahwa dia akan memilih “konflik kooperatif tanpa pernah melakukan kekerasan.”

“Ya mereka memiliki pandangan dunia yang berbeda. Ya mereka memiliki pandangan dunia yang otoriter. Ya, kami memiliki pandangan dunia yang demokratis. Saya cukup yakin bahwa pandangan dunia yang demokratis akan menang,” jawab Gandhi.

Selain itu, terkait dengan kasus George Floyd, Burns mengatakan pembunuhan seorang pemuda berdarah Afrika-Amerika itu “mengerikan.”

“Itu adalah pembunuhan yang mengerikan, mengerikan terhadap George Floyd, seorang pemuda Afrika-Amerika, oleh polisi di Minneapolis. Ada jutaan orang Amerika yang memprotes secara damai seperti halnya hak kita. Namun, Presiden memperlakukan mereka seperti teroris,” jelasnya.

Rahul Gandhi sendiri telah melakukan dialog dengan beberapa ahli, di antaranya: ekonom global Raghuram Rajan dan Abhijit Banerjee; lalu ahli epidemiologi internasional Profesor Johan Geisecke; lalu Ahli Kesehatan Masyarakat Global Ashish Jha; serta pakar industrialis India Rajiv Bajaj.