Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Beternak Kambing
Ilustrasi: istimewa

Nekat, Pemuda di Tanjung Raya Sukses Beternak Kambing Etawa



Berita Baru, Agam – Beternak kambing memang sudah merupakan hal yang umum ditemui. Bahkan tidaklah begitu sulit untuk menemukan seseorang yang memiliki bidang usaha beternak kambing pedaging.

Akan tetapi, jika pertanyaannya adalah beternak kambing perah, mungkin ini yang masih sangat jarang kita temui.

Hal inilah yang dilakukan oleh Ramadhani Putra, seorang anak muda usia 22 tahun, peternak kambing perah di Jorong Mudiak, Nagari Duo Koto Kecamatan Tanjung Raya.

AMC berkesempatan mengunjungi usaha yang sudah digeluti Ramadhani Putra sejak 2 tahun terakhir, Sabtu (4/7). Anak muda yang kerap disapa Putra itu menggeluti usaha ternak kambing perah Etawa sejak tahun 2018 bersama beberapa orang masyarakat lainnya dengan membentuk Kelompok Ternak Pelita Pintar.

Menurutnya, peternakan kambing perah ini merupakan bidang usaha yang memiliki prospek cukup bagus. Untuk pemasaran, ia masih memprioritaskan permintaan masyarakat salingka danau yang peminatnya cukup tinggi.

“Alhamdulillah, permintaannya cukup tinggi. Namun, kita mengutamakan masyarakat sekitar,” terang anak muda bergelar sarjana ekonomi itu.

Keltan yang dipimpinnya memulai usaha dengan modal awal 5 ekor kambing. Namun usaha terus berkembang dan jumlah kambing saat ini sudah 21 ekor.

Modal utamanya adalah nekat dan kemauan yang tinggi. Meskipun setelah itu juga dibimbing dari Unand dan Bapedas Agam Kuantan. “Saya juga belajar sendiri di youtube bagaimana beternak kambing etawa,” ujarnya.

Ia menambahkan, memelihara kambing etawa sangat menguntungkan, selain produktivitas tinggi, banyak yang bisa dimanfaatkan selain susunya, yaitu daging dan kotorannya sebagai pestisida tanaman.

“Namun yang kita jual ini baru sebatas dikonsumsi oleh masyarakat. Seperti untuk obat diabetes karena kadar gulanya rendah,” jelasnya.

Dijelaskan putra, 2-3 ekor kambing etawa bisa memproduksi susu 1 liter setiap hari, dengan harga jual Rp.100.000 per liter. “Setiap bulannya omset kita sekitar Rp2 juta karena baru-baru juga,” tuturnya.

Targetnya ke depan adalah menjadi sentra kambing perah di Kabupaten Agam.