Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Penerimaan negara
(Foto: Tangkapan Layar)

Naik 115,9 Persen, Penerimaan Negara Capai Rp2.626,4 Triliun di 2022



Berita Baru, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyamapaikan penerimaan negara pada 2022 tercatat sebesar Rp2.626,4 triliun atau 115,9 persen dari target.

Rincian jumlah tersebut adalah dari penerimaan pajak yang mencapai Rp1.716,8 triliun (115,6 persen) dan kepabeanan dan cukai Rp 317,8 triliun (106,3 persen) serta PNBP Rp588,3 triliun (122,2 persen).

“Memang penerimaan pajak sungguh luar biasa saat ekonomi pulih kita juga pulihkan seluruh ekonomi negara commodity boom kita kumpulkan dari kenaikan komoditas,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA pada Selasa (3/1/2023).

Sementara itu, kata Menkeu, Belanja Negara terealisasi Rp3.090,8 triliun (99,5 persen). Meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.274,5 triliun, termasuk pembayaran subsidi energi dan kompensasi Rp551,2 triliun. Transfer ke daerah terealisasi Rp816,2 triliun.

“Indonesia dalam mengelola guncangan dan tantangan yang mengancam APBN mampu merespon secara cepat 2020 dan kita tetap mengawal di 2021, 2022 dengan tanpa membahayakan APBN kita sendiri kembali secara cukup kuat dan kredibel untuk disehatkan kembali,” ujar Menkeu.

Menkeu menuturkan, APBN 2022 ditutup dengan defisit sebesar Rp840,2 triliun atau 2,38 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan pemerintah sebelumnya yang sebesar 4,5 persen PDB.

“Defisit APBN 2022 berakhir dengan sangat jauh lebih kecil yaitu 2,38 persen PDB,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu defisit keseimbangan primer mencapai Rp78 triliun. Lebih rendah dari perkiraan, maupun dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.