Berita

 Network

 Partner

Muhammadiyah Imbau Masyarakat Jauhri Politisasi Pancasila

Muhammadiyah Imbau Masyarakat Jauhri Politisasi Pancasila

Berita Baru, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau masyarakat untuk menjauhi politisasi terhadap Pancasila yang menyebabkan menurunnya kepercayaan pada Pancasila.

“Jauhi politisasi Pancasila untuk kepentingan apa pun, karena kita belajar dari sejarah setiap reduksi, penyimpangan, dan politisasi Pancasila akan menimbulkan ketidakpercayaan pada Pancasila itu sendiri,” kata Haedar dalam keterangan resminya, yang dikutip Selasa (1/6).

Haedar juga meminta agar masyarakat tak membawa Pancasila menjadi sesuatu yang sempit. Jangan pula membawa Pancasila melebihi jati dirinya sebagai dasar dan ideologi negara.

Menurutnya, semua elemen bangsa wajib menempatkan Pancasila secara proporsional sebagai dasar dan ideologi negara.

“Pancasila tidak cukup hanya dihapal, menjadi doktrin, dan pemikiran. Pancasila harus kita praktekkan dan kita warga bangsa, elit bangsa di mana pun berada dan dalam posisi apa pun harus menjadi contoh teladan di dalam mempraktekkan Pancasila,” kata dia.

Berita Terkait :  Muhammadiyah Kritisi Hilangnya Diksi Agama Pada Visi Pendidikan 2035

Selain itu, Haedar berpesan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni tak sekadar ritual dan seremonial maupun jargon dan retorika.

Ia mengajak seluruh warga bangsa untuk mewujudkan Pancasila, salah satunya dapat diimplementasikan melalui kehidupan bernegara dan sebagai dasar nilai, dasar pijakan mengambil keputusan, dan orientasi dalam kebijakan.

Haedar mengatakan Pancasila harus menjadi pedoman hidup berbangsa bagi seluruh komponen dan warga bangsa, termasuk para elit bangsa.

“Pertentangan sering terjadi karena kebijakan-kebijakan negara itu tidak sejalan dengan jiwa, alam pikiran, dan moralitas Pancasila,” kata Haedar.