Moeldoko Sarankan Kongres PMII Ditunda, Begini Tanggapan PKC PMII Jatim

Berita Baru, Surabaya – Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menyarankan menunda Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ke-XX di Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 16-21 April 2020 mendatang, guna mengatisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Pernyataan tersebut ia sampaikan pada saat menerima audiensi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (17/03/2020).

Moeldoko menilai penyebaran virus bisa terjadi dengan cepat, sehingga kegiatan yang bersifat massal ditunda sementara sampai situasi benar-benar aman.

Menanggapi pendapat tersebut, Bendahara Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jatim, Andri Hadi Prasetia Utama mengungkapkan bahwa hal tersebut akan menunda kinerja PMII ke depan.

“Jika harus menunda kongres, maka juga menunda pokok-pokok pikiran dan rekomendasi untuk formulasi organisasi kedepan,” kata Andri, saat diwawancarai via WhatsApp pada Rabu malam (18/03).

Andri mengatakan bahwa seharusnya PB PMII mencari alternatif baru untuk bisa terus melanjutkan kongres dengan metode sistem Video Konferensi. Sistem ini forum dialihkan ke sistem online dengan berbagi layar video denga kualitas 1080p yang berkecepatan tinggi dengan bandwidth yang lumayan rendah, pada video tersebut dapat ditampilkan nama dan asal lembaga serta jabatannya.

Berita Terkait :  Kemenperin, Indonesia Negara Terbaik Ke-2 di Industri Fesyen Muslim

“Kalau saya mengusulkan sebaiknya PB PMII menggunakan metode Daring dan E-Vote dalam pemilihan ketua umum yang baru. Metode daring adalah penyajian informasi dan fakta secara luas melalui media, sedangkan E-Vote adalah penggunaan teknologi informasi pada pelaksanaan pemungutan suara,” ungkapnya.

Andri meminta kepada PB PMII merespon secara strategis terkait keberlanjutan masa depan organisasi dengan membentuk bentuk tim khusus untuk melaksanakan Daring dan E-Vote.

“Jadikanlah Kongres yang ideal dan dinamis dengan menggelar Kongres yang berbasis IT atau Online “Conference Online” agar menjadi refrensi organisasi pemuda yang lain,” pungkasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan