Misteri ‘Kota Orang Mati’ di Rusia

Crypts at hill near Dargavs village, North Osetia, Russia

Berita Baru, Internasional – Tepat di desa terpencil Dargavs, Rusia, terdapat sebuah nekropolis abad pertengahan yang sering disebut sebagai ‘Kota Orang Mati’.

Sebuah tanah pemakaman kuno yang menyimpan lebih dari 10.000 mayat manusia, diantaranya bahkan berbaring masih dengan mengenakan pakaian dan barang-barang mereka.

Dikutip dari BBC, Jumat (17/01), para sejarawan masih mengungkap cerita lengkap tempat itu, karena sampai saat ini belum diketahui secara pasti kapan waktu pembangunannya.

Penduduk setempat percaya bahwa siapa pun yang berani masuk ke sana tidak akan bisa kembali dengan selamat karena banyaknya misteri yang mengelilinginya.

Sejak abad ke-16, bentangan terpencil dari tanah pertanian Rusia selatan itu telah digunakan sebagai tempat pemakaman dengan asal-usulnya yang masih belum jelas.

Salah satu teori menyebut bahwa wilayah itu dibangun selama invasi Mongol-Tatar abad ke-13. Penduduk setempat yang tinggal di lembah pegunungan Kaukasus ini mulai membuat crypts di atas tanah yang terstruktur serupa untuk menghemat ruang.

Teori lain menunjukkan bahwa Kota Orang Mati diciptakan mengikuti tradisi Indo-Iran yang didirikan oleh orang-orang Sarmati yang bermigrasi dan menetap di Rusia selatan, mereka meletakkan mayat mereka di atas tanah untuk menghormati tanah itu.

Saat ini situs nekropolis terdiri dari 99 crypts atap melengkung abad pertengahan dengan jendela tunggal dan berisi lebih dari 100 mayat.

Berita Terkait :  Rusia Diduga Terlibat Pembunuhan Youtuber Republik Chechnya

Beberapa darinya sangat awet sehingga daging masih menempel di tulang mereka. Mayat-mayat itu dulunya adalah penduduk yang bertapa di dalam crypts untuk menunggu kematian datang.

Serangkaian epidemi wabah di abad ke-17 dan 18 juga menjadi bagian sejarah wilayah Kota Orang Mati.

Beberapa mayat  di dalam ruang bawah tanah dikubur di dalam peti mati kayu yang menyerupai perahu, bahkan ada juga yang ditemukan dengan dayung di sebelahnya meski tidak ada sungai yang dapat dilayari di sana.

Beberapa sejarawan berpendapat penduduk kuno percaya bahwa seseorang harus menyeberangi sungai untuk mencapai surga.

Banyak penugnjung datang ke pemakaman seluas  1,5 hektar ini untuk melihat arsitektur abad pertengahan yang terpelihara dengan sangat baik. Luidmila Gaboeva, seorang sejarawan mengatakan bahwa mereka datang dengan sesuatu yang lebih.

“Orang-orang yang datang ke sini dengan kagum akan keindahan tempat ini mencapai kedamaian dengan ketakutan abadi akan kematian,” katanya.

Tinggalkan Balasan