Militer Myanmar Rilis Daftar Nama-nama yang Menjadi Buronan, dari Aktor Hingga Musisi

(Foto: The Guardian)

Berita Baru, Internasional – Puluhan nama dan foto tokoh terkemuka mulai dari aktor hingga musisi tercantum dalam daftar buronan junta Myanmar.

Daftar tersebut, seperti dilansir dari The Guardian, Selasa (6/4), dipublikasikan oleh media yang dikendalikan militer Myanmar, menyusul ancamannya terhadap siapa pun yang memberi dukungan kepada pengunjuk rasa anti-kudeta.

Sejak kudeta 1 Februari, sebanyak 570 orang tewas, termasuk diantaranya 43 anak-anak, dan 2.728 orang dalam tahanan.

Sebuah kelompok advokasi domestik yang melacak penahanan tidak dapat memastikan keberadaan sebagian besar orang yang diculik oleh militer.

Pada hari Minggu dan Senin, surat kabar negara Global New Light of Myanmar mencetak daftar nama-nama orang yang akan didakwa berdasarkan pasal 505A tentang penyebaran berita palsu dan penyebab ketakutan. Mereka yang didakwa bisa menghadapi hukuman tiga tahun penjara.

Laporan media tersebut mengatakan bahwa nama-nama yang terdaftar telah mengkampanyekan gerakan pembangkangan sipil dan kampanye protes damai, di mana sejumlah besar orang menolak untuk bekerja. Gerakan ini bertujuan untuk menjatuhkan junta dengan melumpuhkan negara, dan telah membuat bank, bea cukai dan transportasi hampir macet.

Setidaknya ada 60 orang yang tercantum dalam daftar orang paling dicari, dengan mencantumkan foto-foto mereka, tautan ke akun media sosial dan kota atau kota asal mereka.

Dalam video yang diposting di media sosial, Myat Noe Aye, seorang aktris, menulis bahwa dia termasuk di antara mereka yang menjadi sasaran surat perintah penangkapan. “Saya pikir saya mungkin akan sangat takut ketika tiba giliran saya, tetapi sebenarnya saya lebih bangga pada diri saya sendiri karena melakukan hal yang benar untuk negara saya,” katanya. Dia berharap lebih banyak nama akan diumumkan, tambahnya.

“Tidak peduli bagaimana mereka menghantui kami, kami akan terus berjuang untuk keadilan dan demokrasi. Tolong ketahui perjuangan kami dan selamatkan negara kami. Kita harus menang,” katanya sebelum mengangkat tangannya dengan tiga jari memberi hormat, gerakan yang digunakan oleh pengunjuk rasa untuk menunjukkan pembangkangan terhadap militer.

Sebuah surat yang diduga dari Kementerian Informasi bocor dan dibagikan oleh media lokal.Sebuah tersebut berisi peringatan kepada para jurnalis untuk tidak menerbitkan karya apa pun yang berkaitan dengan seebriti yang namanya tercantum dalam daftar pencarian.

Meski kebrutalan militer kian meraja lela, aksi protes terus berlangsung hingga hari ini. Di kota Hlaing dan Okkala Selatan di kota utama Yangon, demonstran menyemprot jalan dengan cat merah, merupakan simbol serangan berdrah oleh militer yang menewaskan ratusan orang. Sementara di jalan-jalan Mandalay massa juga berbaris melakukan protes.

Di tempat lain, di Pyu, sebuah kota di wilayah Bago, pengunjuk rasa membawa bunga padauk, simbol Thingyan, festival air tahun baru Myanmar, menurut laporan outlet independen Myanmar Now.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini