Militer Israel Balas Serangan Roket Hamas

Militer Israel

Berita Baru, Internasional – Militer Israel melaporkan telah melakukan pengeboman kepada sejumlah basis Hamas di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan roket yang diluncurkan kelompok Hamas, Kamis (22/8).

Melalui pernyataan resminya, militer Israel melaporkan pihaknya menyerang sejumlah sasaran militer di fasilitas angkatan laut Hamas di utara Gaza. Serangan ini merupakan balasan bagi Hamas yang dilaporkan menembakkan dua roket ke wilayah Israel pada Rabu malam. Tel Aviv menyatakan insiden itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban.

Sementara itu,informasi yang bersumber dari keamanan Palestina mengatakan kepada AFP bahwa pangkalan angkatan laut di sebelah barat Gaza telah menjadi target pesawat Israel beberapa kali.

Sumber tersebut mengatakan Jet Israel juga menargetkan tiga lokasi di Jalur Gaza tengah dan di Khan Yunis yang terletak di selatan wilayah itu. Dikutip AFP, sumber itu mengatakan tidak ada korban akibat bombardir Israel tersebut.

Serangan roket Hamas ke Israel yang dilancarkan kemarin merupakan yang keenam kalinya terjadi dalam sepekan terakhir. Serangkaian insiden mematikan juga terjadi di perbatasan Gaza sejak awal bulan ini.

Berita Terkait :  Meski Disebut ‘Pembohong’ Bernie Sanders Kembali Menang

Pada akhir pekan lalu, tiga warga Palestina dibunuh personel Israel di utara Gaza. 
Kamis pekan lalu, seorang warga Palestina ditembak mati setelah mengarahkan sejumlah tembakan ke tentara Israel di perbatasan.

Sehari sebelumnya, tentara Israel menembak mati empat warga Palestina yang bersenjata lengkap setelah salah satu di antara mereka melintasi perbatasan dan melempar granat ke arah aparat.

Pada 1 Agustus lalu, warga Palestina menerobos Israel dari Gaza dan melontarkan serangkaian tembakan. Pria itu disebut melakukan aksinya demi membalas kematian saudaranya yang meninggal karena serangan tentara Israel. Pria Palestina dan tiga tentara Israel tewas dalam insiden itu.

Bentrokan dan insiden mematikan seperti ini semakin sering terjadi sejak protes besar-besaran berlangsung di Gaza pada Maret 2018 lalu. Protes itu berlangsung demi menuntut hak warga Palestina untuk kembali ke tanah mereka yang diduduki Israel.

Tercatat sudah 305 warga Palestina tewas di tangan aparat Israel sejak Maret 2018 lalu. Kematian itu sebagian besar terjadi selama bentrok antara pedemo dan tentara Israel saat unjuk rasa berlangsung. Sementara itu, tujuh warga Israel tewas dalam periode yang sama.

Sumber; AFP
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan