Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Milenial Lintas Iman Ramaikan Kelas Literasi Keberagaman
(Foto Bersama)

Milenial Lintas Iman Ramaikan Kelas Literasi Keberagaman

Berita Baru, Malang – Dosen Universitas Brawijaya Malang, Dr. Mohammad Anas, M. Phil menggelar pengabdian masyarakat bertajuk gerakan milenial lintas iman dengan lokakarya literasi media dan pelatihan menulis keberagaman. Acara diselenggarakan di Oase Cafe & Literacy Malang, pada Senin, 15 Agustus 2022.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Oase Institute yang bekerja sama dengan Lakpesdam NU Kota Malang atas dukungan Universitas Brawijaya. Capacity Building Gerakan Milenial Lintas Iman Berwawasan Kebangsaan Melalui Pluralism Literacy Class merupakan agenda yang diinisiasi untuk memfasilitasi anak muda dalam menyelami apa itu literasi media dan bagaimana menulis sebagai bagian dari menciptakan narasi. Tentunya, tujuan kegiatan tersebut ialah guna meningkatkan kapasitas pemuda lintas iman dalam literasi dasar dan digital.

Adapun puluhan peserta yang hadir ialah dari latar belakang agama dan organisasi yang berbeda. Ada dari pemuda Budha, Kristen, Katolik, dan Islam. Semua membaur menjadi satu dengan hangat sembari menikmati kopi dan suguhan lainnya.

Setelah para peserta berkumpul, langsung saja acara dipandu oleh Dewi Ariyanti Soffi. Acara dibuka oleh Al Muiz Liddinillah selaku Ketua Perkumpulan Oase Institute. Dalam pembukaannya Muiz mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum balik pemuda pasca pandemi untuk bersinergi menarasikan ulang Indonesia yang beragam dan Indonesia yang damai.

“Dengan hadirnya pemuda lintas iman ini. Semoga kita semua bisa urun ide membangun narasi kebangsaan berdasarkan prespektif agama atau keyakinan masing-masing. Karena, saya yakin setiap agama punya semangat yang sama dalam mencintai bangsa ini.” Ujarnya.

Setelah itu, Destriana Saraswati, M.Phil dari UB turut membuka acara dan menyampaikan kepada semua peserta semoga semangat kita semua tida berhenti di sini. “Dan, semoga gerakan baik yang dihadiri pemuda lintas iman ini bisa berlanjut hingga seterusnya,” tambahnya.

Adapun dalam Lokakarya dan Pelatihan Menulis Keberagaman ini diampu oleh narasumber yang ahli di bidangnya. Pertama, Abdan Syakuro, S. IP. Santri Pondok Pesantren Gading Malang yang juga pegiat Pusat Studi Pesantren UB ini mengajak peserta untuk aktif berperan di media sosial. Menurutnya, keterlibatan milenial dalam menarasikan keberagaman dan kebangsaan sangatlah penting di tengah banjir hoaks dan kebencin di media sosial.

Milenial Lintas Iman Ramaikan Kelas Literasi Keberagaman
(Penyampaian materi dari Abdan Syakuro, S.IP)

Selain itu, Pria yang akrab disapa Abdan juga menjelaskan akan pentingnya literasi digital. Menurutnya, lterasi digital perlu disaring menggunakan beberapa metode untuk menciptakan konten yang inklusif. Apalagi perkembangan sosial media sekarang semakin masif, dengan adanya berita hoax, hashtag hingga echo chamber. 

“Metode yang digunakan dalam menyusun konten yang inklusif diperlukan penguatan mental terlebih dahulu. Mulai dari mengubah mindset agar bisa masuk dan mengkonter narasi yang berbau ekstrimis serta radikal, seperti halnya menggunakan iceberg analysis dan iceberg model,” terangnya menegaskan.

Selebihnya, adalah pelatihan menulis yang disampaikan oleh M. Bakhru Thohir, M. Sc. Bakhru menyampaikan bahwa dalam menulis sangat dibutuhkan bahan bakar, di antaranya adalah membaca dan berdiskusi. Dengan kedua itu, akan sangat membantu proses kreatif menulis kita.

Milenial Lintas Iman Ramaikan Kelas Literasi Keberagaman
(Penyampaian materi dari M. Bakhru Thohir)

“Dalam menulis sangat dibutuhkan keterampilan membaca dan berdiskusi. Selain itu yang tidak kalau penting adalah keterampilan berpikir kritis. Karena, dengan berpikir kritis kita tidak akan dengan mudah mendudge ini salah dan itu benar. Setidaknya dengan berpikir dan mengelola rasa, tulisan kita akan mudah dipahami orang lain tanpa menyalahkan salah satu pihak. Alhasil, tulisan yang bagus ialah tulisan yang mampu mengajak dialog pembacanya, bukan menggurui pembacanya,” tambah fasilitator Seknas GUSDURian dan dosen Universitas Bojonegoro itu.

Paparan yang sangat mendalam dari narasumber menuai banyak pertanyaan dari peserta dan memicu dialog yang hangat dan panjang. Setelah itu, acara dilanjut oleh Muiz dengan fasilitasi kepenulisan. Beberapa peserta mengharap agar ke depan ada kelas khusu dalam berpikir kritis. Selebihnya, peserta juga ingin agar ke depan ada wadah bersama dalam menampung tulisan pemuda lintas iman.

Berlanjut pada sesi terakhir, Dr. Mohamad Anas, yang akrab disapa Anas menyampaikan agara gerakan teman-teman ini bisa menjadi dobrakan dalam menggaungkan wacana keberagaman dan kebangsaan. Sehingga, kita semua berperan dalam menghalang paham radikal keagamaan yang merusak kebangsaan ini.

Milenial Lintas Iman Ramaikan Kelas Literasi Keberagaman
(Dr. Mohamad Anas, M. Phil saat memberikan sambutan penutupan)

“Karena, radikal keagamaan tidak hanya terjadi di salah satu agama saja. Tapi, juga ada di beberapa agama lain. Maka, penting pemuda lintas iman yang memahami keberagaman dan kebangsaan ini mengambil peran penuh dalam meramaikan media sosial deng konten positif, serta menarasikan kebangsaan melalui tulisan dengan suka cita,” tegas Anas, yang juga Ketua Lakpesdam NU Kota Malang 2022-2027.

Rangkaian acara berikutnya berlanjut esoknya tanggal 16 Agustus 2022. Hingga pada diskusi melalui grup Whatssapp, guna memaksimalkan gagasan yang sudah ada. (Lid/Iz)