Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Microsoft Kantongi Izin Ekspor 'Perangkat Lunak Mass-Market' ke Huawei
Signage with logo at the Silicon Valley headquarters of Chinese telecommunications company Huawai, Santa Clara, California, August 17, 2017. (Photo via Smith Collection/Gado/Getty Images).

Microsoft Kantongi Izin Ekspor ‘Perangkat Lunak Mass-Market’ ke Huawei

Berita Baru, Internasional – Microsoft umumkan telah menerima izin dari pihak administrasi Trump untuk melakukan perpanjangan lisensi bisnis dengan raksasa teknologi China, Huwawei.

“Pada 20 November, departemen perdagangan AS mengabulkan permintaan Microsoft untuk lisensi dalam rangka mengekspor perangkat lunak pasar massal ke Huawei,” kata juru bicara Microsoft kepada Reuters Kamis malam.

“Kami menghargai tindakan Departemen dalam menanggapi permintaan kami.” Tambahnya menjelaskan.

Enam bulan lalu, pemerintahan Trump menempatkan Huawei –  router internet terbesar di dunia dan pembuat ponsel terbesar kedua – pada daftar hitam Departemen Perdagangan, yang mengharuskan perusahaan-perusahaan AS  mendapatkan lisensi khusus untuk menjual barang-barang perusahaan.

Langkah ini mengikuti spekulasi yang telah berlangsung lama oleh intelijen AS bahwa Beijing mengharuskan perusahaan untuk membantunya memata-matai pengguna. Tuduhan itu kemudian dibantah oleh pemerintah Cina dan Huawei, yang bermarkas di Shenzhen.

Dilansir dari Sputnik News, Jumat (22/11) perusahaan teknologi Cina lainnya, termasuk Dr. Peng, ZTE, dan TikTok juga mendapatkan tuduhan yang sama.

Masuknya mereka ke pasar AS menghambat kemampuan perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan bisnis. Membuat perusahaan-perusahaan AS sangat terpukul dengan larangan itu. Huawei menghabiskan $ 11 miliar untuk teknologi AS pada 2018, lapor Washington Post.

Namun, di tengah perang dagang yang sedang berlangsung antara AS dan Cina, Presiden AS Donald Trump telah mencoba menggunakan konsesi untuk larangan daftar hitam.

Washington memberi Huawei lisensi ekspor 90 hari pada Agustus, dan pada Oktober, serta mengizinkan beberapa perusahaan AS memasok Huawei.

Kemudian dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Departemen Perdagangan AS mengumumkan perpanjangan lisensi selama 90 hari untuk Huawei, mengatakan bahwa pihaknya tertarik untuk memastikan pelanggan AS yang koneksi telekomunikasinya bergantung pada perusahaan China.

Huawei dikenal di Barat sebagai penyedia layanan internet 5G pertama. Namun, Kamis sebelumnya, Trump mengungkapkan di Twitter bahwa ia telah meminta CEO Apple Tim Cook–yang perusahaannya dikalahkan tahun lalu dalam penjualan smartphone global oleh Huawei  untuk melihat penyediaan pasar AS dengan layanan 5G tanpa kehadiran Huawei, Sputnik melaporkan.

“Perpanjangan Lisensi Umum Sementara akan memungkinkan operator untuk terus melayani pelanggan di beberapa daerah paling terpencil di Amerika Serikat.” Kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam pernyataan Senin. “Departemen akan terus memantau ekspor teknologi sensitif untuk memastikan bahwa inovasi kami tidak dimanfaatkan oleh mereka yang akan mengancam keamanan nasional kami.” Tambahnya menutup.

Sumber : Sputnik News