Messi, dan Hal-hal yang Terjadi Padanya sebelum COVID-19 Melanda

Berita Baru, Lionel Messi
Foto: AP

Berita Baru, Sepak Bola — Boleh jadi kompetisi musim 2019/2020 akan menjadi musim paling unik dalam catatan sejarah sepak bola, mengingat kompetisi sempat terhenti karena pandemi COVID-19.

Misalnya La Liga yang dihentikan sejak Maret kemarin—jelas saat kembali dimainkan, La Liga akan terasa berbeda, alias tidak sama seperti sebelum laga divakumkan.

Sebagaimana biasa, ada Barcelona di puncak klasemen sementara degan torehan 61 poin (tersisa 10 pertandingan, terhitung pasca melawan Real Mallorca), Blaugrana bertumpu pada sang megabintang Lionel Messi utnuk terus melangkah dan bisa juara musim ini.

Barangkali saja, banyak penggila bola yang sedikit lupa dengan bagaimana kondisi musim sebelum dihentikan. Bagaimana performa Messi bagi Barca musim ini? Baik atau?

Untuk sedikit menyegarkan ingatan akan keajaiban kompetisi 2019-2020, Sportskeeda merangkum data-data dari Opta dan memberikan analisis yang rinci.

Lionel Messi dalam Angka

Disebab cedera yang dideritanya pada awal musim, Messi cuma bermain 22 pertandingan di La Liga musim ini, satu di antaranya bermain dari kursi cadangan. Meski demikian, peraih 6 trofi Ballon d’Or itu masih menjadi pemain terbaik, setidaknya bagi klub Catalan sendiri.

Lionel Messi mecatatkan rata-rata satu gol per 99,47 menit, disamping juga pemain timnas Argentina itu memimpin daftar top scorer sementara dengan koleksi 20 gol.

Apabila tidak ada perubahan drastis, sepertinya tidak akan ada batu sandungan yang menghalangi Messi kembali meraih trofi Pichichi musim ini. Dan gol-golnya ke gawang lawan selalu berarti bagi El Barca.

Selain itu, Leo (sapaan akrabnya) pun mencatatkan 13 assists. Jumlah tersebut masih bisa bertambah mengingat masih ada 10 laga tersisa.

Highlights Musim

Rasanya, tidak aka ada yang menolak jika dikatakan bahwa Messi tidak hanya bermain indah, tapi dia juga memberikan kontribusi nyata bagi tim. Memang, di awal musim ini dia mendapat nasib tidak baik karena cedera, tapi ketika pulih, dia langsung  tancap gas.

Gol pertamanya di La Liga musim ini terjadi saat melawan Sevilla, di Oktober 2019 lalu. Sesudahnya, 8 gol lahir darinya dalam 5 pertandingan—termasuk hattrick ke gawang Celta Vigo.

Mungkin momen terbaik Messi di musim ini terjadi pada 1 Desember 2019, ketika dia bekerja sama dengan Luis Suarez untuk merobek jala gawang Jan Oblak.

Di musim ini La Pulga tidak begitu banyak membuat gol, sebagaimana musim-musim sebelumnya. Tetapi, dia selalu membuat gol pada momen-momen yang penting.

Sebagaimana Biasanya

Dari musim ke musim beban yang diusung Messi meningkat. Apalagi saat Barca rela melepas Neymar di 2017 lalu, sang kapten bisa mencetak gol atau assists dalam setidaknya 45% dari gol-gol Barca di La Liga.

Datangnya Antoine Griezmann musim ini, harusnya bisa menjadi penopang untuk mengurangi beban Messi, tapi La Pulga seolah belum benar-benar mencapai performa terbaiknya. Ditambah Luis Suarez yang dihantam cedera.

Artinya, kapten Barcelona itu tidak benar-benar mendapatkan duet yang mematikan. Pemain yang dianggap sebagai titisan Maradona itu nyaris seorang diri melakukan segalanya bagi Barca.

Tercatat, Messi terlibat pada 31 gol Barca di La Liga, atau sekitar 49,2% dari total 63 gol. Entah ada Griezmann, entah ada Suarez, Messi masih segalanya di dalam skuat Blaugrana.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan