Meski Pandemi Corona, Penjualan Burung Java Endemic Stabil

    Berita Baru, Gresik – Peternak burung Java Endemic asal Gresik, Jawa Timur, H Wahab memiliki penghasilan jutaan rupiah dari hasil ternak burung puter pelung dan perkutut.

    Meski tengah pandemi Covid-19, penggemar burung asli jawa asal Jalan Sadewa, Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik ini mengaku omset penghasilan dan penjualan burung hasil ternakannya masih terbilang stabil.

    “Alhamdulillah sejauh ini penjualan masih stabil, harga burung hasil ternak di penangkaran kami juga stabil juga,” ujar Wahab kepada Beritabaru.co, Rabu (13/5).

    Pria 55 tahun ini menjelaskan, dirinya memiliki 99 pasang burung yang perkutut dan 50 pasang burung puter pelung, dari dua jenis burung yang diternaknya, burung puter pelung adalah yang mempunyai harga paling stabil.

    “Untuk burung puter pelung omset perbulan kisaran 10 sampai 12 juta, adapun burung perkutut omset perbulan kisaran 25 sampai 35 juta, itupun tergantung klasifikasi jenis bunyinya,” terang Wahab.

    Bahkan, pemilik penangkaran SIRINDU BF tersebut mengaku, sebagian besar pembeli hasil penangkarannya berasal dari luar Gresik, seperti Surabaya, Sidoarjo, Madura, bahkan luar Jawa.

    Berita Terkait :  Pulihkan Ekonomi, Pemkab Kubu Raya Gelar Bazar Ikan

    “Biasanya kalau pembeli dari Gresik langsung kesini, tapi kalau luar Gresik kita kirim via paket. Kita memasarkan melalui komunitas-komunitas pecinta burung Java Endemic yang tersebar se Indonesia,” tandasnya.

    Untuk diketahui, usaha penangkaran burung java endemic telah dilakoni Wahab selama 4 tahun, dirinya juga tergabung dalam Gresik Power Puter Pelung (G3P) sebagai Biro peternakan dan pembudidayaan burung Endemic Java.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here