Meski Menyangkal Memiliki Kasus Covid-19, Korea Utara Dikabarkan Meminta Bantuan Medis

Berita Baru, Internasional – Meskipun Korea Utara menyangkal pihaknya memiliki kasus COVID-19, namun Korea Utara dikabarkan meminta bantuan medis dari negara lain.

Pada hari Kamis (26/3), sebuah sumber tak dikenal mengatakan kepada Financial Times, “Pemerintah Korea Utara memiliki peralatan untuk melakukan tes COVID-19 dan mereka tahu bagaimana menggunakannya, namun jumlah peralatan mereka tidak mencukupi. Karena itu, pemerintah Korea Utara meminta semua organisasi … untuk mendukung mereka dalam hal ini.”

Sebelumnya, pada pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa pengiriman pertama bantuan medis internasional diperkirakan akan tiba di Democratic People’s Republic of Korea (DPRK). Namun, beberapa organisasi penyedia bantuan harus mendapatkan pembebasan sanksi darurat dari PBB untuk organisasi itu dapat mengirim bantuan.

“Korea Utara membutuhkan bantuan dan telah memintanya, tetapi semua bantuan itu sekarang ditahan,” ujar seorang pejabat dari organisasi penyedia bantuan.

Mantan pejabat WHO Nagi Shafik juga mengatakan kepada Business Insider bahwa Korea Utara tidak memiliki infrastruktur perawatan kesehatan yang memadai untuk melawan virus korona dan menyatakan keprihatinannya atas pandemi berskala luas di Korea Utara.

Berita Terkait :  Xi Jin Ping Lakukan Kunjungan Pertama Kali Sejak Epidemi di Wuhan

“Tidak ada cukup obat untuk negara ini. Saya benar-benar khawatir kepada mereka dalam menghadapi pandemi ini,” ujar Shafik.

Pekan lalu, Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan selaku Direktur Departemen Propaganda dan Agitasi, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menghubungi rekannya di DPRK melalui surat pribadi dan menawarkan bantuan untuk memerangi virus korona.

Namun, dalam sebuah pernyataan kepada Korea Times, Terence Roehrig, seorang profesor urusan keamanan nasional di US Naval War College, menyatakan bahwa ia ragu pada titik ini bahwa Korea Utara akan bersedia menerima bantuan dari luar atau melaporkan setiap kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.

“Meskipun Korea Utara mengeluarkan pernyataan telah mengakui adanya ancaman parah dari COVID-19 kepada Korea Utara, namun Korea Utara tidak mengakui adanya satu kasus pun, dan itu tampaknya sangat tidak mungkin,” ujar Roehrig.


SumberSputnik News
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan