Mesir Borong 30 Jet Tempur yang Dibidik Indonesia

-

Berita Baru, Internasional – Angkatan bersenjata Mesir dikabarkan telah memesan 30 jet tempur Rafale dari manufaktur pertahanan Prancis Dassault Aviation. Kairo menuturkan akuisisi puluhan jet tempur tersebut ditujukan untuk menopang “keamanan nasional.”

Pembelian jet tersebut, sebagaimana mengutip pernyataan militer Mesir, merupakan kali kedua setelah pada 2015 pemerintahan Presiden Abdel Fattah Al-Sisi membeli setidaknya 24 pesawat tempur yang sama.

Pembelian jet tempur terbaru ini akan dibiayai melalui skema peminjaman 10 tahun.

Situs investigasi Disclose melaporkan pesanan 30 jet Rafale itu adalah bagian dari kesepakatan pertahanan rahasia antara Kairo-Paris senilai hampir 4 miliar euro.

Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, Mesir adalah importir senjata terbesar ketiga di dunia setelah Arab Saudi dan India.

Dikutip AFP, Mesir memiliki tingkat pembelian senjata yang tinggi dengan pertumbuhan 136 persen selama satu dekade terakhir.

Selain dari Amerika Serikat, Mesir juga telah memperluas pasarnya dengan mulai membeli senjata dari Prancis, Jerman, hingga Rusia.

Tingginya tingkat pembelian senjata itu sejalan dengan posisi Mesir yang selama ini menganggap sebagai benteng stabilitas di Timur Tengah terutama Afrika Utara.

Sementara itu, Jet tempur Rafale ini merupakan salah satu teknologi pesawat tempur yang tengah dibidik Indonesia.

Dalam keterangan resmi Februari lalu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, menyatakan Indonesia berencana membeli beberapa pesawat militer seperti pesawat multirole combat aircraft F-15 EX dan Jet Tempur Dassault Rafale.

Pada akhir 2020, media Prancis melaporkan Jakarta-Paris telah melakukan negosiasi pembelian 48 jet Rafale.

Prancis LA Tribune pada Desember 2020 lalu mengatakan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto telah menegaskan ketertarikannya pada pesawat tempur Dassault Aviation itu saat berkunjung ke Prancis pada Oktober 2020.

Menurut media itu, Indonesia ingin bergerak cepat, bahkan menginginkan kesepakatan tercapai sebelum akhir tahun. Sementara Prancis membutuhkan waktu untuk menyelesaikan kesepakatan dengan cara yang cermat.

Namun, hingga saat ini, Prabowo tidak pernah mengonfirmasi secara langsung negosiasi pembelian jet tersebut.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments