Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menyamar Sebagai Polisi, Pelaku Penembakan di Kanada Tewaskan 16 Orang
(Foto: BBC)

Menyamar Sebagai Polisi, Pelaku Penembakan di Kanada Tewaskan 16 Orang

Berita Baru, Internasional – Seorang pria bersenjata yang mengenakan seragam polisi melakukan aksi penembakan hingga menewaskan 16 orang termasuk seorang perempuan perwira polisi, di provinsi Nova Scotia, kata polisi Kanada, Sabtu (18/4).

Tindakan brutal yang berlangsung sekitar 12 jam itu berakhir setelah sempat terjadi pengejaran mobil oleh polisi kepada sang pelaku. Terduga pelaku penyerangan dilaporkan tewas. Dilansir dari BBC, Senin (20/4).

Polisi sebelumnya mengatakan tersangka mengendarai mobil polisi. Pria bersenjata itu menembak kerumunan orang di sejumlah lokasi di Nova Scotia. Pihak berwenang masih berusaha untuk menetapkan jumlah korban tewas, kata polisi pada hari Minggu (19/04)

Anggota polisi dari kesatuan Mounted Royal Kanada (RCMP), Heidi Stevenson, yang sudah bertugas selama 23 tahun, termasuk di antara mereka yang tewas.

“Heidi menjawab panggilan tugas dan kehilangan nyawanya saat melindungi warga,” kata Komandan RCMP Nova Scotia, Asisten Komisaris Lee Bergerman dalam unggahan di Facebook.

“Dua bocah kehilangan ibunya dan seorang suami kehilangan istrinya. Orang tua kehilangan anak perempuannya dan lainnya yang tak terhitung kehilangan teman baik atau koleganya,” kata Bergerman menambahkan.

Hak atas foto Reuters Image caption Kepolisian Kanada meyakini bahwa pelaku serangan mengendarai mobil milik polisi untuk melakukan serangan tembakan.

Komisaris RCMP, Brenda Lucki mengatakan dia meyakini pria bersenjata itu awalnya memiliki “motivasi” dan “mengubahnya menjadi serangan acak”, seperti dilaporkan CBC News.

Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau menggambarkan serangan bersenjata ini sebagai “situasi mengerikan” dan Gubernur Nova Scotia, Stephen McNeil mengatakan kepada wartawan “ini adalah salah satu aksi kekerasan paling tidak berperikemanusiaan dalam sejarah provinsi kami.”

Akun Twitter resmi kepolisian Nova Scotia mengidentifikasi tersangka pelaku penyerangan adalah Gabriel Wortman yang berusia 51 tahun.

“Ada satu perbedaan antara mobil miliknya dengan kendaraan resmi RCMP: Mobil tersangka ada nomor registrasi 28B11 di belakang jendela penumpang. Jika Anda melihat 28B11 segera hubungi 911,” demikian cuitan kepolisian pada Minggu (19/4).

Penembakan massal relatif jarang terjadi di Kanada di mana hukum kepemilikan senjata lebih ketat ketimbang di negara tetangganya, Amerika Serikat.

Pada 2019, dua buronan mengaku membunuh tiga orang, termasuk pasangan suami istri asal Australia-AS pada hari libur, di British Columbia. Pada 1989, penembakan di sebuah perguruan tinggi di Quebec menyebabkan 14 orang perempuan tewas, setelah pelakunya mengusir semua mahasiswa pria keluar dari kelas, dan melepaskan tembakan.