Menteri ESDM Minta Alih Kelola Blok Rokan Selesai Tahun Depan

Blok Rokan
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan keterangan pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (23/12). (Foto: Humas Kementerian ESDM).

Berita Baru, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, meminta segera dilakukannya percepatan proses alih kelola Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina.

Hal itu sebagaimana dikatakan Arifin kepada para awak media di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (23/12). Ia juga berharap proses ini bisa segera diselesaikan tahun depan.

“Dengan begitu, akan mempercepat pelaksanaan proses pengeboran minyak dan gas bumi di blok yang terletak di Provinsi Riau tersebut,” katanya.

Menurut Menteri ESDM, sejauh ini proses alih kelola antara kedua belah pihak terus berjalan.

“Kita sudah minta Pertamina proaktif kemudian Chevron bisa membuka pintu, sudah. Tiap minggu Chevron sudah lapor. kemudian kita pertemukan dengan Pertamina,” ujarnya.

Percepatan itu, lanjut Arifin, dilakukan guna mempertahankan tingkat produksi Blok Rokan saat jatuh tempo alih kelola di tahun 2021 nanti.

Untuk itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta kepada Pertamina segera menyiapkan dana untuk investasi pengeboran.

“Pertamina sudah menyiapkan, karena ini Pertamina harus segera melaksanakan 20 poin pengeboran untuk bisa mempetahankan, dari 72 target. Ya paling tidak 20 itu bisa dilakukan,” ujar Arifin.

Berita Terkait :  Menteri ESDM Angkat Bicara Soal Harga BBM Tidak Turun

Kendati demikian, Arifin mengakui masih terdapat beberapa persoalan administrasi dan persoalan penting lainnya antar kedua belah pihak yang bersifat B to B (Business to Business).

“Memang ada beberapa hal yang terkait regulasi dan juga kontrak administratif yang harus diselesaikan. Tapi tahun depan harus selesai,” tegas Arifin.

Potensi Besar

Awal tahun 2019 ini, produksi Blok Rokan mencapai 207.000 barel per hari atau setara dengan 26% produksi nasional.

Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan, dimana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap.

Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina pada 31 Juli 2018.

Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi, setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut.

Berita Terkait :  JDNI: Penerapan Protokol Kesehatan Ojol Minimalisir Penularan COVID-19

Blok Rokan sendiri merupakan blok minyak terbesar kedua di Indonesia.

Blok seluas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dengan tiga lapangan memiliki potensi minyak yang sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap.

Untuk tahun depan, SKK Migas menargetkan produksi di Blok Rokan bisa mencapai 161 ribu bopd atau turun dibanding target tahun ini yang sebesar 190 ribu bopd.

Ini lantaran Chevron tidak lagi berinvestasi untuk aktivitastas apapun di Blok Rokan pada tahun depan. (Humas Kementerian ESDM/ES)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan