Menparekraf Sandi Dorong tradisi Pacuan Kuda Bima Masuk Wisata Nasional

-

Berita Baru, Bima – Pacuan kuda Bima atau pacoa jara merupakan tradisi turun temurun di Kabupaten Bima yang ada sejak zaman penjajahan Jepang. Pacuan kuda itu diikuti oleh para joki cilik yang berusia 6-9 tahun tanpa menggunakan pelana.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno akan mengupayakan tradisi pacuan kuda di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat itu menjadi salah satu tujuan destinasi wisata nasional.

“Karenanya, kita akan melihat dari segi revitalisasi fasilitas. Tadi ada beberapa permintaan agar ‘event’ ini bisa ditingkatkan ke skala nasional,” kata Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan ke arena pacuan kuda di Kabupaten Bima, Minggu (13/6).

Menurut Sandi, pacuan kuda di Bima ini merupakan sebuah potensi daerah dan sudah sepantasnya berkembang agar mampu menopang taraf perekonomian masyarakat.

Melihat potensi itu, Sandi akan menyiapkan rencana peningkatan sumber daya manusia, lebih khusus kepada para penunggang pacuan kuda (joki cilik) yang berasal dari kalangan anak-anak usia sekolah dasar.

“Kita akan pastikan kegiatan ini juga sesuai dengan kelayakan dari segi perlindungan anak. Kita akan melakukannya dengan pendekatan yang inovatif, adaptif dengan keadaan terkini sekarang,” ungkap Sandi.

Arena pacuan kuda yang dikunjungi Sandi terletak di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, dan sudah menjadi salah satu lokasi yang ditetapkan pemerintah Bima sebagai ajang balap kuda.

Masyarakat Bima rutin gelar Pacuan kuda dua kali sepekan. Untuk event tahunan, tradisi ini kerap dilaksanakan pada momentum hari jadi Bima di bulan Juli. Serta perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan juga hari ulang tahun NTB di akhir tahun.

Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno datang ke arena dengan mengajak Atta Halilintar. YouTuber dan pengusaha kondang itu ikut bersama istrinya, Aurel Hermansyah. Juga hadir putra daerah Bima yang kini dikenal sebagai seorang pelawak dan aktor Indonesia Rigen Rakelna.

Berita Terkait :  Soal Pemindahan Ibu Kota, Sandiaga: Mestinya Referendum

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU