Menko Luhut: Pariwisata Nias Jadi Perhatian Pemerintah

    Berita Baru, Nias – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan Pemerintah akan terus memperhatikan pariwisata khususnya di Sibolga hingga Pulau Nias.

    Menurutnya, wisata surving di Pulau Nias yang menjadi destinasi wisata terbaik, begitu permintaan ikan yang cukup tinggi dari negara Amerika. “kita akan coba pus mengenai perkembangan ikan di Pulau Nias khususnya ikan tangkap dan juga budidaya ikan. Itu akan kita laksanakan karena permintaan tinggi,”Kata Luhut usai membuka Sail Nias 2019 di Media Center, Dermaga Baru Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu(14/9/2019).

    Disinggung target Sail yang sudah dilaksanakan sebanyak 11 kali, Luhut mengatakan Target Sail ini adalah untuk menyentuh daerah-daerah yang belum dikunjungi pemerintah, tadi puncak Sail Nias ada lima menteri yang hadir.”Selama ini kita melihat bolak-balik ke Nias ini. Oleh karena itu sentuhan itu perlu. Jangan nanti daerah-daerah yang jauh dari pusat itu kurang disentuh.”katanya

    Dengan melihat Sail ini sehingga Gubernur Sumut, Bupati di kepulauan Nias, serta Menteri Pariwisata Menteri Desa itu semakin tahu suasananya permasalahan di Nias ini.”Jadi kalau kita melihat dari bawah tidak hanya mengandalkan laporan karena seperti itu lebih baik.”katanya

    Berita Terkait :  Kasus Covid-19 Meningkat, Gresik Terapkan PSBB Jilid III

    Namun demikian, Nias sudah menjadikan kegiatan Surving itu kelas dunia, misalnya hastag di medsos hampir 50 juta orang yang melihat sehingga potensi detinasi wisata lebih kenal lagi.

    Luhut mengatakan kunjungan wisata ini akan menjadi link dari Danau Toba dengan Sibolga masuk Nias, tentunya Landasan Bandaranya harus diperpanjang sehingga bisa menampung Pesawat Boing 737. “kita akan mencoba lagi perpanjang landasan bandara di Nias karena ada gunung. Kalau tidak kita lakukan reklamsi kelaut.”harus lebih dalam reklamsi laut tersebut atau kita cari tempat lain,”katanya

    Menurutnya, untuk pembangunan infrastruktur mengambi mengambil pengalaman yang sudah dilakukan pemerintah seperti Danau Toba sekarang sudah dikunjungi setiap tahunnya sebanyak 500ribu orang. “Begitu juga di Nias bisa dilakukan seperti itu, misalnya hotel disiapkan.”katanya

    Luhut menyakinkan bahwa infrastruktur lima tahun kedepan menjadi program pemerintah. Termasuk peningkatan airline, infrastruktur Aiport, jalan dan listrik dan sebagainya.”Ini menjadi program dan tidak akan tertinggal pembangunaqn di Nias. Kami pastikan itu, karena Presiden menyampaikan kepada kami semua.”ujarnya

    Berita Terkait :  Menkumham Lepas Satgas Pelayaran Sail Nias 2019

    Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan program Sail ini ada dua tujuan, pertama membangun daerah itu, kedua, untuk menindaklanjuti pembangunan tersebut seperti apa.

    “jika pariwisata ada di wisata bahari, maka untuk Pulau Nias kita sepakat, begitu juga kalau mau mendirikan distinasi wisata kelas dunia maka aktraksinya harus kita sepakati sepertinya sudah disepakti yang kita pilih adalah surving, dulu Bali wisatanya dimulai dari surving dan menjadi Bali seperti sekarang dikenal dunia.”katanya.

    Oleh karena, lanjut Yahya, desitinasi Surving harus terus dipopulerkan sehingga ini menjadi satu-satunya trending nasional dengan tiga hastag Nias2016, Nias wisata dunia, dan Nias Sail 2019, “ketika nias kita populer dengan surving dunia.”katanya

    Selain lain itu, aksesbilitas yang menjadi kelemahan setiap daerah oleh karena itu para bupati kepulau Nias harus urunan intensif bagi airline yang mau terbang Nias. Maka penerbangan akan banyak seperti daerah yang berhasil meningkatkan wisatanya.

    Selanjutnya menurut Yahya yaitu, tidak perlu membangun hotel karena relatif susah tapi bangun non hotel seperti membangun 1000 kemah, kemping homstop, homestay. Semua itu sangat mudah dibangun di Nias ini. karena perunit ini kurang 200 juta dan kemungkinan Kementerian PUPR bisa membantu bangun homestay percontohan.

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan