Berita

 Network

 Partner

Menghadap Jokowi, HIPPINDO Bakal Dapat Sebanyak 500.000 Kuota Vaksin
Jajaran pengurus HIPPINDO menghadap Presiden Joko Widodo. Foto: (dok. HIPPINDO)

Menghadap Jokowi, HIPPINDO Bakal Dapat Sebanyak 500.000 Kuota Vaksin

Berita Baru, Jakarta – Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menghadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara Bogor. Pertemuan tersebut untuk membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dan melaporkan kondisi sektor ritel dan penyewa secara langsung.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah, menyampaikan ada tiga hal utama yang disampaikan oleh pihaknya kepada Jokowi. Pertama, mengenai permintaan vaksin untuk ekonomi dan kesehatan. 

“Kedua, mengenai kondisi keuangan arus kas ritel selama pandemi, dan Ketiga, mengenai usulan untuk menggerakkan ekonomi guna pemulihan ekonomi nasional.” kata Budihardjo dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/4/2021).

Pertama, vaksin untuk ekonomi dan kesehatan, HIPPINDO akan mendapatkan vaksin sebanyak 500.000 bagi karyawan anggota HIPPINDO di bandara, mall, resto, rest area, stasiun, pelabuhan dan commercial area maupun karyawan support dan juga untuk supplier ritel dan penyewa yang nantinya akan dikoordinasikan oleh HIPPINDO.

Berita Terkait :  Sambil Berpuasa, Vaksinasi di Jombang Tetap Berjalan

Selanjutnya, kata Budihardjo, dengan 500.000 vaksin ini akan membuat ekonomi meningkat dan kesehatan juga terjamin karena para karyawan ritel sudah divaksin.

“Kami juga akan membuat program dengan membuat pin. Kami sudah divaksin dan tetap jaga protokol kesehatan yang akan dipakai oleh semua karyawan front liner sektor ritel dan penyewa untuk membantu program sosialisasi vaksinasi Covid-19 dan meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk berbelanja sehingga roda perekonomian kembali bergerak,” tambah Budihardjo.

Kedua, mengenai kondisi keuangan arus kas ritel selama pandemi, HIPPINDO mohon bantuan berupa, dukungan modal kerja dari perbankan, guna memastikan lancarnya modal kerja. Suku bunga ringan, penambahan modal kerja, dan dukungan dari perbankan, OJK, dan juga insentif dari PMK.

Berita Terkait :  Kemenkes Melaporkan 1.935.478 Orang sudah Divaksin Covid-19

Kemudian, pelaku ritel dan penyewa diberikan insentif dari sisi perpajakan, income tax dalam rangka booster perdagangan tiga bulan ini misalnya FREE PPN untuk meningkatkan animo konsumen dalam membeli barang terutama dalam rangka ramadhan dan lebaran. 

Lalu, perlu diberikan juga insentif offline yang bisa bebas ongkir seperti online dalam rangka ramadhan/lebaran. Dan jalur distribusi perlu diamankan seiring dengan timbulnya premanisme yang jelas membebani biaya retailers.

Di sisi lain terkait branding Indonesia, juga perlu beberapa dukungan, seperti lokasi-lokasi yang strategis untuk brand lokal Indonesia, dukungan untuk promosi dan juga same level of playing field (kesetaraan dalam hal perpajakan, antara online dan offline, juga kesetaraan perijinan, SNI, BPOM, dan ijin-ijin perdagangan lainnya. 

Berita Terkait :  Hadapi Covid-19, Ketua PBNU Ajak Masyarakat Mengisolasi Diri

Kesetaraan yang dimaksud antara offline dan online (yang sifatnya import langsung), perlu ada payung hukumnya, sehingga bisa memberikan rasa keadilan.

Budihardjo mengatakan, untuk menggerakkan perekonomian di tahun 2021 ini, HIPPINDO kembali menggelar Program Hari Belanja Diskon Indonesia/ Happy Birth Day Indonesia (HBD Indonesia) dan berharap dukungan dari pemerintah termasuk pihak perbankan untuk mendukung dalam hal promosi.