Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

love bombing
Kenali love bombing agar kamu tidak jadi korban berikutnya (Freepik)

Mengenal Love Bombing, Bentuk Manipulasi Shimon Hayut dalam ‘The Tinder Swindler’

Berita Baru, Tips – Istilah love bombing kembai digaungkan belakangan ini, terutama sejak rilis film dokumenter berjudul The Tinder Swindler yang tayang di Netflix. Film ini berhasil bikin geger jagat maya karena diangkat dari kisah nyata tentang penipuan yang dilakukan seorang pria melalui aplikasi kencan online bernama Tinder.

Dikisahkan, seorang pria asal Israel bernama Shimon Hayut berhasil mengelabui lebih dari dua wanita dan secara tak langsung memeras mereka untuk dapat menikmati kehidupan glamor dengan pesawat jet, malam-malam di kelab mewah, hotel berbintang, dan kemewahan dunia lainnya.

love bombing the tinder swindler shimon hayut
Sosok Shimon Hayut, si penipu yang beraksi lewat aplikasi kencan Tinder (Instagram !simon_levievv_offiicial_)

Psikolog dan penulis Pingkan C. B. Rumondor mengatakan, penipuan yang dilakukan Shimon adalah bentuk manipulasi dengan teknik love bombing. Pernahkah kamu melihat seseorang menunjukkan perasaannya secara intens, melalui kata manis dan hadiah bertubi-tubi?

Love bombing adalah tindakan menunjukkan kekaguman dan perhatian yang berlebihan pada seseorang. Misalnya dengan memberikan kata-kata pujian, surat cinta, bunga. Tindakan ini dapat membuat seseorang merasa diperhatikan, bahkan dicintai,” ujarnya saat dihubungi Berita Baru.

Mengenal Love Bombing, Bentuk Manipulasi Shimon Hayut dalam 'The Tinder Swindler'
Ketika berkali-kali mendapatkan pesan cinta yang berlebih, ada baiknya kamu waspada dan cari tahu. Apakah ia melakukan love bombing? (Pixel/RawPixel)

Rupanya, teknik ini biasa dilakukan oleh orang dengan gangguan kepribadian narsistik. Hmm, cocok sekali ya dengan profil Shimon yang narsis dan hobi membagikan foto-foto kehidupan glamornya?

Dari sisi korban, dapat diamati bahwa seseorang akan sulit berpikir logis ketika sedang jatuh cinta. Ini menyebabkan dirinya rentan terperdaya dengan ungkapan kasih bertubi-tubi tersebut.

“Saat target sudah merasa jatuh cinta, manipulator membuat (cerita) situasi krisis sehingga target merasa terdorong untuk membantu orang yang ia ‘cintai’,” tukas Pingkan, menggambarkan teknik yang digunakan oleh Shimon untuk mengecoh para korban.

4 Tips Menghindari Love Bombing

Agar tak terpapar manipulasi dengan teknik love bombing dan menjadi korban dari cowok-cowok kurang ajar seperti Shimon, Pingkan membagikan tips berikut ini.

Pertama, sadarilah bahwa tidak ada hubungan yang instan. Percayalah, semua yang instan itu baik untuk ‘kesehatan’ jiwa dan fisikmu, termasuk hubungan yang instan. Memang tak mudah, Kawan. Tapi kepada kamu yang ingin menjalin relasi sehat dan serius, sebaiknya jalani tahap demi tahap perkenalan dan keterbukaan.

Kedua, jika suatu hubungan berlangsung sangat cepat dan intens, maka kamu perlu berhati-hati. Alih-alih terlampau senang, sebaiknya kamu merenungkannya ulang: apakah kamu melewatkan sesuatu? Apakah ini benar?

love bombing
Ilustrasi Freepik/Markovka

Pingkan menambahkan, kamu perlu mengamati apakah orang yang sedang dekat denganmu ini punya kecenderungan ‘banyak memberi’ alias love bombing?

“Ketika seseorang ‘banyak memberi’, ada kecenderungan untuk ‘banyak meminta’ pula,” ujar Pingkan menyinggung teori investment model dimana seseorang akan cenderung berkomitmen ketika ia sudah banyak investasi.

Ketiga, bangun batasan emosional antara dirimu dengan pasangan. Jika dia panik, kamu nggak perlu ikutan panik juga. Ingat kan, ketika Cecilie Fjellhøy terpengaruh oleh berita Shimon yang katanya diserang oleh ‘musuhnya’? Cecilie seketika panik dan mengikuti arahan Shimon untuk mengirimnya uang. Sekalipun kamu mencintainya, ternyata punya batasan emosional itu penting, lho!

love bombing
Reach out teman yang dapat kamu ajak diskusi mengenai sikap pasanganmu, sehingga kamu dapat menilainya dengan lebih objektif. (Freepik/svstudioart)

Keempat, jangan sungkan mencari bantuan termasuk ke teman terdekatmu. Diskusikan dengan orang yang kamu percaya agar kamu dapat menilai sikap pasangan secara lebih objektif.

Agar punya gambaran lebih utuh, tonton dulu The Tinder Swindler. Berikut cuplikan trailer-nya untukmu.