Mengenal Desa Perajin Dupa di Kaki Gunung Kawi

    Berita Baru, Malang – Desa Bedalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur terkenal sebagai sentra perajin dupa. Aktivitas pembuatan dupa ini sudah ditekuni warga desa sejak sekitar 40 tahun silam.

    Hampir seluruh warga di sana berprofesi sebagai perajin dupa. Ada sekitar 30 pengusaha dupa di desa ini. Sebagai sentra dupa, Anda akan sering mencium bau dupa begitu memasuki desa yang berlokasi di kaki gunung Kawi ini.

    Kebanyakan para pengusaha dupa di sana memproduksi tiga sampai empat macam ukuran dupa. Ukuran terkecil mulai 15 centimeter (cm), 25 cm, 29 cm hingga 38 cm.

    Para pengusaha dupa tersebut hanya membuat dupa setengah jadi. Soalnya, biaya produksi membuat dupa hingga siap jual berikut kemasannya dirasa sangat mahal. Soal pemasaran mereka tidak terlalu pusing karena sudah ada pelanggan tetap yang menampung hasil produksi mereka.

    Mereka kebanjiran pesanan saat memasuki musim hari raya umat Hindu, seperti Galungan, Nyepi, Kuningan, Pagerwesi dan lainnya. Pada Hari Raya Nyepi, para perajin bisa memproduksi 15 karung atau setara dengan 600 kilogram. Harga jual dupa di kisaran Rp 245.000 – Rp 350.000 per karung isi 40 kg. Meskipun mereka satu desa, harga jual dupa antar pengusaha berbeda-beda.

    Masalah akan datang saat musim penghujan tiba, karena proses pengeringan dupa menjadi lama. Maklumlah, mereka masih mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan dupa. Untuk mengatasi kendala cuaca tersebut, biasanya mereka memaksimalkan produksi di kala musim kemarau.

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan